Tersangka Dugaan Pembunuhan di Kupang Ditunjuk jadi Plt Kabiro Umum Setda NTT

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), menunjuk Kepala Bagian Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Biro Umum, Erik Benydikta Mella sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro (Karo) Umum Setda NTT.

Erik menjabat Plt Karo Umum menggantikan pejabat sebelumnya yakni George Hadjoh, yang telah dilantik Viktor sebagai Penjabat Wali Kota Kupang.

Serah terima jabatan pun telah dilakukan di Aula El Tari Kupang, Selasa (30/8). Acara itu dihadiri oleh penjabat Walikota Kupang beserta staf Biro Umum, serta sejumlah staf dari kantor Walikota Kupang.

Erik Benydikta Mella diketahui masih menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang mengakibatkan istrinya Linda Brand meninggal dunia pada tahun 2013 silam.

Dari hasil penyelidikan Polresta Kupang Kota, Erik ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Kupang Kota pada 14 Maret 2019, namun tidak dilakukan penahanan, karena adanya penangguhan penahanan dari kuasa hukum.

Usai serah terima jabatan, Erik Mella yang dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait statusnya sebagai tersangka, menolak untuk berkomentar, dengan alasan tidak memiliki wewenang untuk membicarakan hal tersebut.

"Saya no coment. Kita mengharagai pimpinan jadi sebaiknya langsung ke pimpinan," katanya.

Erik Mella mengatakan, dia berkomitmen menjalankan tugas pokok untuk melayani pimpinan dan masyarakat. "Rutinitas tugas pokok untuk melayani pimpinan dan masyarakat baik secara internal dan eksternal. Selain itu ada tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan," jelasnya.

Menurutnya, dia sudah memiliki kebiasaan yang diterapkan pejabat sebelumnya yakni, sistem kerja sama, kerja kolaborasi dan sama-sama bekerja. Organisasi pemerintahan memiliki atasan dan bawahan, sehingga dalam melaksanakan tugas sesuai dengan yang sudah dibagikan.

"Kita sebenarnya tidak perlu lagi harus menunggu pimpinan perintah tapi kita bekerja sesuai tupoksi kita masing-masing," sebutnya.

Terkait status tersangka yang disandang, Erik Mella menyatakan tidak ingin mencampuri pekerjaan dengan masalah pribadinya. Karena masalah yang dialami merupakan masalah pribadi, sedangkan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dijalankan dengan tidak mengorbankan siapa pun.

"Ini adalah tugas dan kepercayaan sebagai ASN yang diberikan pimpinan, jadi sebagai bawahan harus menjalankan tugas sedangkan status sebagai tersangka adalah urusan kepolisian," katanya.

Erik mengaku, persoalan terakhir telah dilakukan rekonstruksi di rumahnya, namun terkait perkembangan lanjutan masih dalam penanganan penyidik.

"Urusan penegakan hukum merupakan kewenangan kepolisian. Tapi sebagai bawahan di kantor saya selalu menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan pribadi, tapi sebagai ASN siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab," tambah Erik Mella.

Sedangkan Penjabat Wali kota Kupang, George Hadjoh dalam sambutannya mengingatkan mantan stafnya itu agar bekerja keras tanpa harus mengharapkan sesuatu, karena dengan kerja keras apa yang diinginkan pasti akan diperoleh.

Dia mengisahkan, dirinya bisa mencapai karir saat ini karena berkat kerja keras yang disertai doa. Ia mengawali karirnya sebagai tenaga honor, diangkat sebagai ASN golongan II, hingga golongan IV saat ini.

"Kita jangan sungkan saat jalankan tugas. Jangan berpikir apa yang kita peroleh, tetapi tunjukan semangat kerja dan menghasilkan sesuatu. Hanya seorang pecundang saja yang tidak berhasil tapi kerja dengan tulus pasti akan berhasil," pesan George Hadjoh.

"Kalau kinerja menurun jangan temui saya. Kalau kinerja lebih tinggi dari saya baru temui saya. Begitu pula dengan saya sebagai wali kota, kalau tidak berhasil jangan temui saya," tutupnya. [ray]