Tersangka Investasi Bodong, Ibu Muda di Garut Kursus Kecantikan Pakai Duit Nasabah

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian resor Garut akhirnya menetapkan P (30) ibu muda yang sebelumnya sempat buron usai dilaporkan sejumlah warga sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dengan modus investasi bodong. Akibat aksinya itu, jumlah total kerugian akibat ulahnya itu mencapai Rp7,13 miliar.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa P melakukan modus investasi bodong salon kecantikan yang berada di wilayah Nusa Indah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam kasus tersebut, pihaknya sudah menerima laporan dari korban yang mencapai 21 orang.

"Jadi kejadian investasi yang dianggap fiktif ini, kami sudah menerima laporan dari korban sebanyak 21 orang dan kami sudah mendirikan adanya posko investasi bodong," katanya, Jumat (22/4).

Dalam kasus tersebut, selain menerima laporan dari para korban, pihaknya sudah memeriksa 15 orang saksi dan kemudian mencari pelaku yang dilaporkan para korban. Akhirnya pada Rabu (20/4) pelaku yang berinisial P menyerahkan diri setelah sebelumnya pihaknya sempat mengirimkan surat panggilan.

P disebut Wirdhanto adalah seorang perempuan yang profesinya wiraswasta. "Hasil pemeriksaan, investasi ini sudah terjadi sejak September 2020 hingga Maret 2022. Kerugian total total berdasarkan keterangan korban ada 142 korban yang telah menginvestasikan uang bervariasi yang tentunya ada perjanjian di antara pelaku dan korban yang sangat bervariatif," jelasnya.

Dalam perjanjian tersebut, diketahui para korban diajak untuk menambah modal dan dijanjikan diberi keuntungan dalam jangka waktu bervariatif, mulai sepekan, sepuluh hari, dua pekan, hingga sebulan.

"Total ada sekitar Rp7,130 miliar. Keterangan tersangka, uang tersebut ternyata digunakan untuk menutupi janji yang bersangkutan kepada para korban, yaitu gali lobang tutup lobang. Jadi uang tersebut digunakan untuk menutupi janji yang bersangkutan kepada korban masalah keuntungan," ungkapnya.

Selain itu juga, uang investasi para korban digunakan untuk menggaji karyawan, membayar kontrakan hingga biaya pelajaran atau kursus kecantikan. Wirdhanto pun memastikan bahwa pihaknya akan melakukan tracing aset milik pelaku.

Dalam kasus tersebut, Wirdhanto mengaku bahwa pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, mulai kontrak perjanjian kerjasama dan keuntungan dengan para korban. Selain itu juga pihaknya memiliki barang bukti berupa kwitansi pembayaran.

"Dalam kasus ini tersangka kami kenakan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP juncto pasal 65 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara ditambah 1/3. Untuk asetnya masih kita tracing kami akan melacak apakah menghadapi utang terkait penggunaan uang korban untuk apa masih kita telusuri," pungkasnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel