Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Bertambah 2, Ini Perannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat kembali menetapkan dua tersangka terkait pelanggaran konser bertajuk Berdendang Bergoyang yang digelar di Istora Senayan, Oktober lalu. Keduanya berinisial AL dan MA.

"Berdendang Bergoyang per kemarin sore berdasarkan hasil gelar tersangka bertambah dua orang. Jadi total keseluruhannya ada empat orang," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan, Selasa (22/11).

Tersangka AL menjadi penanggungjawab dan mengurus perizinan pada acara tersebut. Sehingga, dia seharusnya mengetahui jumlah tiket terjual berbeda dengan jumlah yang diajukannya.

"AL itu penanggungjawab perizinan. Dia yang mengurus perizinan. Kenapa dia ikut terseret? Kita kenakan Pasal 55 ayat 1 turut serta. Karena dia mengetahui jumlah tiket yang terjual, namun dia mengajukan izin dengan angka yang jauh dengan tiket terjual," jelasnya.

Tersangka MA menjadi penanggungjawab produksi termasuk promosi. MA juga mengetahui pemasangan layout, panggung, termasuk yang mempromosikan event tersebut.

"Jadi per kemarin sore ada 4 tersangka," sambungnya.w

Pada dua tersangka, dikenakan Pasal 55 atau turut serta dalam kasus tersebut.

"Pasal 55 turut serta. Ancamannya bulanan. Tidak dilakukan penahanan," sebutnya m.

Periksa Saksi Ahli

Selain itu, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan atau memintai pendapat terhadap saksi ahli atas kasus tersebut. Keterangannya itu dikatakannya untuk memperkuat dalam penetapan tersangka lagi.

"Sementara ini, yang kami peroleh dan hasil keterangan dari orang-orang yang kita periksa termasuk pendapat para ahli ada 3 ahli yang kita mintai pendapat, dan semuanya sependapat ada dua tersangka yang ikut andil, turut serta dalam permasalahan tersebut," tutupnya.

Sebelumnya, Polisi merampungkan pengusutan perkara kericuhan dalam konser bertajuk Berdendang Bergoyang digelar di Istora Senayan, Sabtu (29/10) lalu. Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka buntut kericuhan konser musik hingga menyebabkan sejumlah penonton pingsan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan, dua tersangka berinisial HA dan BW. Keduanya dinilai polisi paling bertanggungjawab dalam acara tersebut.

HA penanggung jawab dan BW direktur," kata Komarudin dalam keterangannya, Sabtu (5/11).

Kedua tersangka dijerat polisi dengan pasal 360 ayat 2 terkait kelalaian menyebabkan orang lain luka serta pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Namun kedua tersangka tak ditahan lantaran ancaman pidana di bawah lima tahun penjara.

"Ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan tersangka kooperatif," tutur Komarudin. [lia]