Tersangka Kasus Pengadaan Alkes RSUD Sampit Bertambah

Sampit (Antara) - Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit umum daerah dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah bertambah satu lagi sehingga menjadi dua orang.

"Tersangka tambahan tersebut adalah Erl, jabatan dalam proyek pengadaan Alkes RSUD dr Murjani Sampit sebagai Pejabat Pembuat Kebijakan (PPTK)," kata Kajari Sampit Nanang Ibrahim Soleh, melalui Kasi Pidsus Yan Syafrudin kepada wartawan di Sampit, Kamis.

Penetapan Erl sebagai tersangka, dan sejak Kamis (5/12) menjalani pemeriksaan. Meski ditetapkan sebagai tersangka Erl belum ditahan dan masih menjalani pemeriksaan.

Sedangkan tersangka lainnya adalah AS AA Direktur PT Sinjiku perusahaan pemenang lelang proyek pengadaan Alkes yang ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampit dan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (3/12), di daerah Pondok Kopi, Jakarta.

Pemeriksaan terhadap tersangka masih belum dikembangkan dan sekarang masih fokus pada permasalahan 32 item, termasuk terkait, masalah spesifikasi dan dugaan mark up.


"Untuk aliran dana saat ini masih belum kami ungkap, namun nantinya kami juga akan menelusuri aliran dana tersebut ke mana saja," katanya.

Pemeriksaan tersangka AS AA sekarang sudah masuk dalam tahap penyidikan dan yang bersangkutan belum mengakui memiliki hubungan dengan Nazarudin.

Tersangka AS AA yang diduga memiliki hubungan dengan Nazarudin, ditangkap pihak Kejagung dan Kejari Sampit karena dalam melaksanakan proyek Alkes senilai Rp20 miliar melakukan penyelewengan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp3,9 miliar.

Perusahaan yang ditangani oleh tersangka Asep Aan apriadi memang disebut-sebut milik salah seorang terpidana kasus Korupsi di Jakarta, yakni Nazaruddin, eks Bendaraha Umum Partai Demokrat.

Kejari Sampit masih melakukan penyidikan untuk mengungkap kedekatan tersangka AS AA dengan terpidana Nazaruddin.

Dari tangan tersangka penyidik kejaksaan mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat kontrak, surat permohonan, serta faktur pembelian sebagai bahan penyidikan lebih lanjut.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.