Tersangka Korupsi Kemenag Sulsel Bertambah

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan tersangka dugaan korupsi bantuan dana block grant di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel bakal bertambah seiring dengan proses penyidikan yang dilakukan.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di kantornya, Senin (23/4/2012), usai mengikuti kegiatan bimbingan teknis dan supervisi penanganan kasus tindak pidana korupsi di ruang Adhyaksa bersama seluruh pejabat teras kejaksaan termasuk 29 kajari yang tersebar di Sulselbar.

Kepastian bertambahnya calon tersangka berdasarkan hasil pengembangan proses penyidikan dan pengumpulan data dan bahan keterangan yang diperoleh penyidik dalam mengusut kasus ini.
"Jadi tidak ada alasan untuk tidak menambah tersangka karena unsur tindak pidana korupsinya sangat kuat melibatkan beberapa pihak yang terlibat dalam perkara yang diusut sejak 2008 silam," ujar mantan Kajari Tangerang ini.

Untuk menelusuri serta mendalami keterlibatan pihak Kemenag Sulsel ini dalam hal terjadinya unsur melawan hukum lantaran dugaan terjadinya rekayasa pengadaan barang elektronik berupa komputer, tim penyidik Kejati Sulsel menjadwalkan memeriksa 15 Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Tingakt Tsanawiyah (MTS), kemarin.

Namun para kepsek yang berada di bawah naungan kemenag tersebut kompak tidak memenuhi panggilan penyidik karena bertepatan dengan ujian nasioanal (UN) yang berlangsung hari ini.

"Memang ada 15 kepsek MTs di Makassar yang diagendakan dimintai keterangannya. Tapi mereka berhalangan hadir karena menjadi ketua panitia UN pada masing-masing sekolahnya," terang Chaerul mengutip keterangan dari salah seorang kepsek yang dijadwalkan diperiksa.

Sebelumnya, Kejati Sulsel menetapkan mantan Kepala Bidang Urusan Agama (Urais) Kemenag Sulsel Rafi Anci sebagai tersangka awal.
Dalam kasus ini Rafi bertindak selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada saat proyek tersebut berjalan.

Penetapan Rafi sebagai tersangka, kata mantan Kajari Palopo ini karena diduga kuat menyiapkan enam rekanan untuk menyiapkan barang. Hal itu dilakukan tanpa diketahui pihak sekolah.

"Setelah anggaran proyek cair, kepala sekolah diarahkan membeli produk di enam perusahaan yang ditentukan," kata Chaerul yang menjelaskan seharusnya pembelian barang itu dilakukan masing-masing pihak sekolah.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.