Tersangka Korupsi Sistem Informasi Pajak Bertambah

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus korupsi pengadaan sistem informasi pajak di Direktorat Jenderal Pajak kembali bertambah. Kejaksaan Agung telah menetapkan satu tersangka baru. "Atas nama LWH selaku Direktur PT Berca Hardaya Perkasa," ungkap Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Noor Rachmad kepada Tempo melalui pesan singkat, Senin 16 Januari 2012.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Perintah Penyidikan No. 03/F2/Fd.1/01/2012 tanggal 12 Januari 2012. Ia dijadikan tersangka karena merupakan rekanan penyedia barang dan jasa. LWH, lanjut Noor, juga menandatangi kontrak perjanjian kerjasama penyediaan barang dan jasa. Atas perbuatannya itu, LWH dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat lunak sistem informasi perpajakan yaitu Pulung Sukarno dan Bahar. Keduaanya adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Mereka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi dan Keputusan Presiden Nomor 80 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Kasus dugaan korupsi Sistem Informasi Manajemen pajak tahun 2006 ini terungkap karena audit Badan Pemeriksa Keuangan. Temuan BPK menyebutkan ada kerugian negara Rp 12 miliar dari nilai proyek yang bernilai total Rp 43 miliar itu.

Dugaan korupsi sistem informasi perpajakan ini meliputi pengadaan barang fiktif dan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam pesanan. Sistem informasi merujuk pada sebuah sistem yang dapat melakukan pemantauan surat pajak tahunan dan evaluasi pembayaran pajak.

ANANDA W. TERESIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.