Tersangka Pembunuhan Berantai di Bogor Terancam Hukuman Mati

Lis Yuliawati, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Polresta Bogor Kota menjerat Muhamad Rian (21) pemuda yang menghabisi nyawa dua perempuan dengan cara dimasukan dalam tas gunung, di Kota Bogor, dengan pidana berlapis. Pemuda asal Bojonggede itu dikenakan pasal perlindungan anak, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

"Kami menerapkan pasal berlapis baik itu dengan menggunakan pasal undang-undang perlindungan anak karena korban masih berusia 17 tahun. Pasal 76 C Jo. pasal 80 ayat 1,3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro.

Selain perlindungan anak, lanjut Susatyo, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP lebih subsider 365 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman serendah-rendahnya 15 tahun dan setinggi-tingginya hukuman mati.

"Kemudian kami lapis juga menggunakan pembunuhan berencana. Kami juga melapis dengan pembunuhan, dengan ancaman hukuman mati atau serendah-rendahnya perundang-undangan 15 tahun penjara," ujar Susatyo.

Rian ditangkap di sebuah kamar indekos di Kota Depok pada Rabu malam, 10 Maret 2021. Dia menjadi tersangka pembunuhan DP (17 tahun), gadis bercelana bergambar Doraemon yang ditemukan di dalam plastik di Jalan Raya Cilebut pada Kamis, 25 Februari 2021. Rian juga menjadi tersangka pembunuhan Elya Lisnawati (23 tahun) di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung Puncak, Kabupaten Bogor.

Dari korban kedua itu petugas mengungkap bukti pembunuhan pertama. Baju yang digunakan oleh tersangka sesuai dengan rekaman video CCTV di lokasi kejadian. Polisi juga menemukan barang bukti lain berupa perhiasan kalung korban pertama.

Korban pertama dibunuh dengan cara dicekik lalu jasadnya dimasukan ke dalam plastik. Jasad siswa SMA itu ditemukan di Jalan Raya Cilebut pada Kamis pagi. Korban kedua, Elya Lisnawati, dibunuh dengan cara yang sama pada Rabu malam. Kemudian jasadnya ditemukan Jalan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, pada Kamis pagi.