Tersangka Penyebar Selebaran SARA Bisa Bertambah

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto mengungkapkan hingga kini penyidik masih mendalami motif utama penyebar selebaran berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Toni menambahkan, masih terbuka peluang tersangka akan bertambah dalam kasus ini.

"Untuk bisa ke arah sana, kami masih harus mendalami bukti dan keterangan dari tersangka," kata Toni di Mapolda, Kamis 20 September 2012. Sejauh ini, tambahnya, penyidik sudah memeriksa saksi, tapi Toni enggan menyebutkan identitas saksi tersebut.

Saat ditanya ihwal adanya-tidaknya keterlibatan tersangka dengan seorang aktivis senior di Jakarta, Toni menolak berkomentar. "Masih harus didalami lagi," sebutnya.

Selasa kemarin, polisi menciduk Pandapotan Lubis dan Joki Simbolon pelaku penyebaran isu SARA. Kedua anggota Barisan Laskar Bumi Putera Jakarta (Bakar Baja) ini tertangkap basah sedang menyebarkan selebaran berisi hasutan untuk tidak memilih calon gubernur dari kalangan minoritas.

Penyidik sudah menetapkan mereka sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal 156, 157 dan 160 KUHP tentang pelecehan terhadap segolongan masyarakat dan penghasutan. Ancaman hukumannya di atas enam tahun penjara.

ADITYA BUDIMAN

Berita Terpopuler:

Korban Kebakaran Tak Akan Coblos Calon Lain

Penyebar Selebaran Isu SARA Jadi Tersangka

Tetangga Nara Mantap Pilih Jokowi

New York Times Soroti Pencalonan Joko Widodo

Ini Dialog yang Dimanipulasi dalam Film Anti-Islam

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.