Tertarik Bangun Bisnis Startup? Simak Dulu 3 Tips Jitu Ini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Co-Founder & CEO Pahamify Syarif Rousyan Fikri membeberkan tiga tips jitu untuk kamu yang tertarik merintis bisnis startup. Pertama, cari mentor yang tepat.

"Jadi, kita harus mencari mentor atau guru. Karena guru ini yang bisa ngajarin kita," ucap pria yang akrab disapa Fikri dalam acara Shopee Talk bertajuk Muda Mudi Bangsa Bangkit Bangun Bisnis, Jumat (21/5).

Fikri mengungkapkan, dalam menjalankan berbagai bisnis apa pun sebaiknya para pelaku usaha tersebut sudah membekali diri dengan kemampuan yang memadai. Sehingga, peranan mentor menjadi penting dalam menentukan kemajuan bisnis.

"Dan kalau ada mentor atau guru bisa mengoreksi kita. Jadi, kita tahu langkahnya salah atau brlum. Makanya tuh mencari mentor sesuai falsafah lokal, kalau di Jawa itu ada perumpamaan "golek banyu bening," atau cari air yang jernih gitu," imbuhnya.

Cara kedua ialah adaptif. Mengingat, di abad 21 ini menuntut setiap individu untuk mampu menyesuaikan diri dalam menentukan keputusan yang diambilnya, termasuk soal bisnis.

"Ada seseorang yang bilang sekarang ini orang yang buta huruf di abad 21 ini adalah orang-orang yang nggak bisa belajar cepet," bebernya.

Terakhir adalah singkirkan rasa tidak percaya diri atau takut gagal dalam berbisnis. Sebab, kata Fikri, kegagalan dalam bisnis apa pun merupakan pelajaran yang amat berharga untuk kesuksesan usaha kedepannya.

"Jadi enggak usah takut. Mulai aja dulu," tegasnya

Ada Pandemi, Jumlah Startup di Indonesia Turun

Ilustrasi Startup (iStockPhoto)
Ilustrasi Startup (iStockPhoto)

Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan, saat ini, jumlah startup di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan 2019 lalu. Sebagaimana data yang dirilis oleh Startup Rangking.Com.

"Ada hal yang harus kita perhatikan sekitar 2.229 (startup). Tapi sebenarnya kalau lihat data Startup Rangking.Com, tahun 2019 Indonesia angka sebenarnya agak menurun. Waktu (2019) itu 2.400-an," ungkap Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam acara Shopee Talk bertajuk Muda Mudi Bangsa Bangkit Bangun Bisnis, Jumat (21/5).

Pria yang akrab disapa Boni tersebut menduga, penurunan jumlah startup tersebut akibat dari dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020. Menyusul, akibat penyebaran virus corona jenis baru tersebut berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat menjadi terganggu.

"ini menginisiasikan keadaan mungkin tahun 2020 lalu membuat dampak tidak nyaman saat pandemi itu. Akibatnya tidak survive memang," tekannya.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem yang lebih ramah terhadap kelangsungan bisnis startup di tanah air. Diantaranya dengan menyiapkan sejumlah regulasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di tengah pandemi Covid-19.

"Ini yang harus diperhatikan agar ke depan terus tumbuh. kami dari regulasi pemerintah terus memberikan ekosistem yang nyaman bagi teman-teman startup," sebut Boni.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel