Tertimpa Prahara, Anas Justru Pikirkan Tahu dan Tempe

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sepertinya tidak menghiraukan prahara di internal Partai yang memuncak Jumat (8/2/2013), ketika Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono menggelar pertemuan majelis tinggi di kediamannya.

Anas yang awalnya diperkirakan batal mengikuti acara penanaman bibit kedelai di Desa Gunung Anten, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (9/2/2013) ternyata hadir.

Meski terlihat agak lelah lantaran mengikuti pertemuan majelis tinggi hingga larut, Anas tetap bersemangat untuk menanam bibit kedelai dengan diterpa sengatan matahari, bersama Urbaningrum, Ketua Departemen Pertanian DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, Ferari Rowawi, Iti Octavia Jayabaya, Rosyid Hidayat, Sekertaris DPD Banten.

"Partai Demokrat ingin buat sejarah baru. Dan kita berharap Kabupaten Lebak ingin jadi produsen dan punya kontrobusi kedelai Indonesia, karena kedelai masih banyak impor 800 ribu ton," ucap Anas dalam pidatonya.

Selain itu, Anas menegaskan, Partai Demokrat berharap tahu-tempe yang bahan dasarnya dari kedelai yang dihasikan dari Lebak ini kedepannya mampu tersebar sampai mancanegara.

"Partai Demokrat Tahu dan tempe bagian kuliner nasional bukan hanya sehat tapi harus kita kembangan dibanyak negara. Saya yakin meski sudah menjadi orang kaya tapi pasti kembali komsumsinya ke tempe," tutur Anas.

Sementara, Politisi Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron mengatakan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan prahara yang terjadi di internal Partai. Ia tetap berkonsentrasi pada tugas dan fungsinya.

"Saya selaku kader kerja, kerja saja. Kita kompak, dan kita juga tetap fokus dalam berkerja," ujar Herman di Jakarta, Sabtu (9/2/2013).

Herman yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Pertanian DPP Partai Demokrat ini juga mengatakan, kegiatannya bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk menanam bibit kedelai dalam rangka merealisasikan visi-misinya, untuk kepentingan rakyat.

"Sekitar 5000 hektar rencana penanaman. Karena menurut saya sangat cocok penanaman di wilayah Lebak. Sehingga kedepan kita juga bisa menghasilkan bibit kedelai," kata Herman.

Dengan penanaman ini, Herman berharap bisa melakukan swasembada kedelai, yang banyak membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.

"Kita harap harapkan ada hasil-hasil yang bisa untuk masyarakat. Apalagi dari kedelai itu banyak manfaatnya seperti tahu dan tempe yang banyak di komsumsi oleh masyrakat," ucap Herman.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.