Tertipu Arisan Bodong, Puluhan Orang di Makassar Rugi Rp4 M

Merdeka.com - Merdeka.com - Puluhan anggota arisan bodong mendatangi sebuah rumah di Perumahan Nasional (Perumnas) Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin malam (23/5) untuk meminta uangnya kembali. Akibatnya, polisi datang mengevakuasi dua orang, yakni AP (22) dan kekasihnya yang belum diketahui identitasnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Manggala, Komisaris Supriady Idrus mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya keributan di sebuah rumah saat melakukan patroli. Melihat adanya keributan tersebut, pihaknya langsung mendatangi.

"Saat personel datang dua orang yang diduga owner arisan bodong dan adminnya dikerumuni sekitar 50 orang. Mencegah terjadinya kekerasan, kami bawa keduanya ke Mapolsek Manggala," ujarnya kepada wartawan.

Ia menyebut 50 orang tersebut mendatangi rumah Perumahan Nasional (Perumnas) Antang, Kecamatan Manggala, Makassar karena jengkel setelah dana mereka tak kunjung dikembalikan. Edhy sapaan akrabnya ternyata kedua orang tersebut sudah dilaporkan ke Polda Sulsel terkait penipuan.

"Kami koordinasi dengan Polda Sulsel, karena membernya sudah melapor. Modusnya kalau kena satu hingga dua kali dananya diberikan, namun kemudian ketika member menambah dananya saat itu pelaku kabur," bebernya.

Sementara itu, seorang korban arisan bodong, Amelia mengatakan dirinya bersama puluhan orang lainnya karena ingin meminta uang yang telah mereka investasikan kepada AP. Ia mengaku dirinya mengalami kerugian hingga Rp56 juta.

"Dia sudah lima bulan hanya janji-janji palsu. Dia janji akan kembali dananya para member," ungkapnya.

Ia mengungkapkan setidaknya ada ratusan member yang ikut dalam arisan bodong tersebut. Diduga para member mengalami kerugian total mencapai Rp4 miliar.

"Membernya ada ratusan orang dan mengalami kerugian sampai Rp4 miliar," tutur warga Kabupaten Gowa ini.

Amelia mengungkapkan modus AP menarik para member yakni dengan memberikan iming-iming bunga 10 persen. Aksi pelaku mempromosikan investasinya melalui akun instagram dengan menggunakan jasa seorang selebgram.

"Saya gabung sejak Desember 2021 dan mendaftar lewat media online. Dia menjanjikan kalau investasikan uangnya dalam lima hari bisa mendapatkan profit Rp300 ribu. Kalau kita taruh Rp1 juta, keuntungan bisa menjadi Rp1,3 juta," urainya.

Amelia mengaku dugaan penipuan tersebut sudah dilaporkan ke Polda Sulsel. Hanya saja, polisi belum menindaklanjuti laporan tersebut sehingga mendatangi langsung rumah tersebut.

"Pokoknya hanya janji saja, makanya kami langsung saja datangi rumahnya," pungkasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel