Terungkap Alasan Warga Jabodetabek Antusias Beli BBM di SPBU Vivo

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengungkap alasan dibalik tingginya animo masyarakat Jabodetabek untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Vivo ketimbang Pertamina. Fenomena ini terjadi pasca-Pertamina menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter.

Mamit menyebut, antrean menjadi pendorong utama masyarakat Jabodetabek membeli BBM di SPBU Vivo. Sebab, bagi masyarakat perkotaan yang didominasi pekerja swasta waktu merupakan hal penting yang berkaitan dengan produktivitas kerja.

"Jadi, yang kejar waktu pastinya milih ke sana," ungkapnya saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Senin (14/11).

Selain antrean, harga yang bersaing juga menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat membeli BBM di SPBU milik Vivo. Diketahui, Vivo menjual harga BBM jenis Revvo 90 sebesar Rp12.600 per liter dibandingkan Pertalite per liter.

"(Alasan) membeli di swasta harganya gak beda jauh, tapi tidak antre bagi mereka. Di mana pasti diserbu masyarakat," ujarnya.

Berkaca pada fenomena tersebut, Mamit meminta PT Pertamina Persero selaku pengelola SPBU terbesar di Indonesia untuk lebih berbenah meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen. Hal ini penting untuk memastikan konsumen tetap setia membeli BBM.

"(Karena) saya kira dengan kenaikan (BBM subsidi) kemarin, saat ini kondisi harga BBM di SPBU swasta tidak jauh berbeda dengan harga BBM Pertamina," katanya

Diketahui, saat ini fenomena yang unik adalah driver Ojek Online (Ojol) berbondong-bondong lebih memilih membeli bensin di SPBU Vivo. Hal tersebut dirasakan oleh salah satu Ojol asal Bekasi yang ditanya langsung oleh Merdeka.com.

Johanas (41) mengatakan, dirinya lebih memilih dan mencari SPBU vivo untuk mengisi bensin kendaraannya. Dia mengaku lebih irit jika menggunakan Ron 89 dibandingkan dengan Ron 90 milik Pertamina.

"Saya lebih mengusahakan apabila ada SPBU Vivo ya beli di sana. Karena walaupun terlihat harga lebih mahal tapi irit banget," ujar Johanas kepada Merdeka.com, Jumat (14/10).

Kendati demikian, walaupun SPBU Vivo belum sebanyak dengan Pertamina dia lebih memilih membeli di SPBU Vivo. "Ya saya tetap beli, saya usahakan kalau ada (SPBU Vivo). Ya kalau tidak ada terpaksa beli Pertalite. SPBU Vivo belum banyak sih, di Bekasi kota aja baru 2 SPBU Vivo. Jadi antrian panjang," kata dia. [azz]