Terungkap Awal Mula Penemuan Bayi Diduga Dibakar di Makassar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar masih menyelidiki penemuan mayat bayi dalam kondisi terbakar di tempat sampah kawasan Pasar Sentral Makassar. Polisi mencari bukti CCTV untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan mayat bayi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Makassar, Inspektur Satu Prawira Wardany mengatakan masih mengumpulkan keterangan saksi terkait penemuan mayat bayi dalam kondisi terbakar di Pasar Sentral. Selain itu, kata Prawira, pihaknya masih mencari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Sampai sekarang masih kita kumpulkan keterangan dari warga sekitar. Apalagi CCTV yang ada di lokasi kejadian tidak aktif atau rusak. Jadi kita cari CCTV yang masih aktif yang ada di sekitaran," ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (15/9).

Prawira menambahkan pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel. Pasalnya, sampai saat ini belum dipastikan mayat bayi yang ditemukan apakah berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.

"Belum ada (hasil autopsi)," sebutnya.

Selain itu, Prawira juga belum bisa memastikan mayat bayi tersebut dibakar oleh pelaku pembuangan atau memang terbakar. "Itu juga (dibakar atau terbakar) belum bisa dipastikan. Kondisi bayi saat ditemukan memang sudah gosong," ucapnya.

KBO Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Tumijan mengatakan mayat bayi ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di tempat pembuangan sampah. Tumijan menduga mayat bayi tersebut hasil aborsi lalu dibakar untuk menghilangkan jejak si pelaku.

"Kondisinya dalam keadaan hangus sebagian dan diduga aborsi sehingga bayi itu dibuang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/9).

Tumijan mengungkapkan mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak saat mengorek tempat sampah. Saat itu, mereka melihat bayi tersebut dalam kondisi hangus terbakar.

"Awalnya anak-anak yang sedang ngorek sampah. Maka ditemukanlah bayi, makanya ribut dan melapor ke kepolisian setempat," tambah Tumijan.

Setelah polisi tiba di lokasi, bayi malang tersebut ditemukan mengalami luka bakar sekitar 60 persen. Luka itu didominasi di badan bayi itu.

"Kondisi luka bakar sekitar 60 persen di badan sebagian," tuturnya.

Pihaknya menduga, bayi tersebut sengaja dibuang oleh pelaku karena malu. Kemudian melakukan aborsi lalu membakar bayi.

"Ya kuat dugaan si bayi ini dibuang si pelakunya karena mungkin malu atau bagaimana, aborsi sehingga bayi itu dibuang," jelasnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan guna mencari pelaku yang membuang dan membakar bayi tersebut.

"Kami sementara penyelidikan guna mencari siapa pelakunya. Untuk bayinya sementara dibawa ke Dokpol," tuturnya. [cob]