Terungkap, Begini Cara Adam Rekayasa Penangkapan Babi Ngepet

Syahrul Ansyari, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Adam Ibrahim, tersangka penyebar berita bohong dan pembuat keonaran, ternyata telah menyusun rapi rekayasa babi ngepet di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Aksi tipu-tipunya itu sempat menyedot perhatian publik lantaran viral di jagat media sosial.

Lalu seperti apa skenario dari rekayasa babi ngepet itu. Pada awak media Adam mengatakan, ide itu muncul lantaran sejumlah warga mengaku kehilangan uang secara misterius.

Adam berasumsi jika itu adalah perbuatan tuyul atau babi ngepet. Agar warga percaya dengan omongannya, kemudian Adam minta sejumlah uang pada beberapa warga dengan alasan untuk membeli perlengkapan ritual menangkap babi ngepet.

Agar akal-akalannya itu berjalan mulus, Adam kemudian memesan seekor anak babi hutan seharga Rp900 ribu di situs belanja online, dengan tambahan ongkos kurir Rp200 ribu.

Baca juga: Sayangkan Warga Terperdaya Babi Ngepet, Polisi: Mari Lebih Cerdas

Babi tersebut dikirim ke wilayah Bedahan sekitar pukul 22:55 WIB pada Selasa, 27 April 2021. Agar tipuannya tak terbongkar kemudian warga diminta untuk mematikan lampu rumah masing-masing.

“Babinya dilepas di depan rumah saya. Jadi dilepas dan kita menunggu babi itu sampai datang, karena dari posisi yang dilepas sangat mudah bagi babi itu untuk jalan ke tempat (kandang) yang disediakan,” kata Adam dikutip pada Jumat, 30 April 2021.

Ia mengakui, semua itu idenya sendiri. “Anggapan kita mencari ketenaran tapi tidak ada untungnya buat saya, tidak ada sama sekali,” tuturnya dengan nada melas.

Adam mengaku khilaf dengan segala perbuatannya tersebut.

“Saya lemah. Iman saya turun sebagai manusia, setan masuk ke dalam diri saya sehingga saya punya satu pikiran yang sangat-sangat jahat dan sangat-sangat tidak masuk akal,” ujarnya.

“Waktu pengerjaan namanya manusia lagi dalam kadaan imannya turun, tidak sadar. Tapi ketika sudah terjadi seperti ini, penyesalan sudah tidak ada artinya lagi, nasi sudah menjadi bubur,” tambahnya lagi.