Terungkap, Begini Kebiasaan Lo Kheng Hong hingga Jadi Warren Buffett Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor kawakan Lo Kheng Hong, membeberkan kebiasaannya tiap hari hingga menjadi andal dan dijuluki Warren Buffett Indonesia.

Sehari-hari, pria kelahiran Jakarta, 20 Februari 1959 ini mengaku gemar membaca koran untuk mengetahui perkembangan pasar terkini. Tak tanggung-tanggung, Lo Kheng Hong membaca empat koran sekaligus dalam satu hari.

"Saya pagi-pagi jam 06.00 WIB biasa bangun ambil empat koran di depan rumah. Saat jurnalis cari berita perusahaan publik, saya tidak usah cari. Cukup dari empat koran itu yang saya baca," kata dia dalam diskusi Virtual Panin Sekuritas, Sabtu (31/7/2021).

Kendati zaman berkembang, Lo Kheng Hong beranggapan media ini masih cukup efektif untuk mengetahui isu terkini di pasar modal. Terlebih, ini memang sudah menjadi kebiasaannya sehingga tidak mudah untuk berubah begitu saja.

"Saya sudah langganan koran selama 30 tahun, masa berhenti? nanggung. Terus saja. Kadang di berita ada yang baik, saya bisa gunting, bisa arsipkan,” ujar Lo Kheng Hong.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Membaca Sumber Inspirasi

Ilustrasi seseorang sedang membaca buku. Photo by Lilly Rum on Unsplash
Ilustrasi seseorang sedang membaca buku. Photo by Lilly Rum on Unsplash

Kebiasaan Lo Kheng Hong ini tak jauh dari sosok yang memang menjadi panutannya dalam berinvestasi, yakni Warren Buffett. Bedanya, jika Buffett mengaku membaca dari kantor, Lo Kheng Hong mengaku membaca dari rumah saja. Sesekali geser ke taman yang masih berada di area rumahnya. Meski demikian, Lo Kheng Hong juga tak melulu membaca koran.

Dalam sehari, ia juga menghabiskan waktunya untuk menonton televisi dan mengakses sumber bacaan lain terkait pasar modal. Pada intinya, Lo Kheng Hong menghabiskan kesehariannya untuk memperkaya referensinya terkait investasi.

"Jadi sepanjang hari saya membaca. Membaca adalah jendela dunia,” kata Lo.

Ia menilai, orang yang banyak membaca jadi banyak tahu. Orang yang banyak tahu dia dekat dengan kepintaran. Orang yang dekat dengan kepintaran, dekat dengan kekayaan.

"Membaca adalah sumber inspirasi. Ingin sukses jadi investor saham, jadikan membaca sebuah kebiasaan,” tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel