Terungkap Ilmu Gaib Para Pemimpin Korea Utara Disebut Chukjibop

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara

VIVA – Selama beberapa dekade, Korea Utara (Korut) menjadi salah satu negara paling rahasia di dunia yang memiliki banyak hal misterius. Kerahasiaan ini memicu banyak desas-desus di masyarakat mengenai pendiri Korea Utara, Kim Il-sung yang diduga bisa melakukan teleportasi.

Baru-baru ini media Korea Utara membantah bahwa Kim Il-sung dan para pemimpin Korut lainnya memiliki kekuatan gaib yang memungkinkan mereka untuk berteleportasi atau berpindah satu tempat ke tempat lain dalam sekejap.

Surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun, pada 20 Mei lalu menuliskan bahwa Kim Il-sung, yang mendirikan Korut pada tahun 1948 hingga kematiannya pada tahun 1994, tidak memiliki kemampuan untuk melakukan chukjibop. Kemampuan yang secara harfiah memiliki makna metode penyusutan bumi ini diibaratkan merupakan metode mistis yang disebut-sebut kerap digunakan dalam seni bela diri untuk berteleportasi ke lokasi musuh.

"Sebenarnya manusia tidak bisa menghilang dan muncul kembali dengan 'melipat' ruang," tulis surat kabar itu dalam laporannya dilansir Sputniknews, Minggu 24 Mei 2020.

Berdasarkan mitos populer di Korea Utara, diyakini Kim Il-sung pernah menggunakan metode chukjibop dalam pertempuran melawan tentara Jepang, ketika ia memimpin kampanye gerilya melawan Jepang yang menduduki seluruh Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

Radio Free Asia melaporkan bahwa berita itu menandai perubahan dalam cara media pemerintah berbicara tentang para pemimpin nasional. Outlet media itu mengutip para pejabat Korea Selatan, yang menganalisis media Korea Utara yang mengatakan bahwa laporan-laporan yang mengidolakan mantan pemimpin telah menurun sejak Kim Jong-un berkuasa.

Tampaknya pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sendiri menentang mistifikasi para pemimpin. "Membayangkan aktivitas revolusioner pemimpin dan penampilan akan menghasilkan peliputan kebenaran loyalitas absolut akan muncul ketika (mereka) terpesona oleh pemimpin secara manusiawi dan secara bersama-sama," kata Kim Jong-un beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bak Karma Tolak Social Distancing, Brasil Masuk Tertinggi Corona Dunia