Terungkap, Ini Alasan Warga Beralih ke Revvo 89 Walau Lebih Mahal dari Pertalite

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Vivo Energy Indonesia pengelola jaringan SPBU Vivo resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Revvo 89 mulai hari ini Selasa, (27/9).

Tercatat, harga BBM termurah pesaing SPBU Pertamina tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp700 per liter. Dengan ini, harga jual Revvo 89 menjadi Rp11.600 per liter dari sebelumnya Rp10.900 per liter.

Meski begitu, masyarakat tetap rela mengantre untuk membeli Revvo 89 di berbagai SPBU Vivo. Padahal, harga Pertalite di SPBU Pertamina dijual lebih murah sebesar Rp10.000 per liter.

Lantas apa yang menyebabkan masyarakat beralih ke Revvo 89 meski lebih mahal dari Pertalite?

Ayu (25) mengaku, keputusan dirinya untuk beralih membeli Revvo 89 lantaran kondisi antrean kendaraan yang tidak terlalu panjang dibandingkan SPBU milik Pertamina. Mengingat, profesi dirinya sebagai pekerja swasta di ibu kota yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk mengantre panjang sekedar membeli Pertalite.

Untuk itu, beralih ke Revvo 89 adalah pilihan terbaik meski harganya lebih mahal ketimbang Pertalite. "Alasan pribadi ya, (beralih ke Revvo 89) karena antrian gak terlalu panjang," ujarnya kepada Merdeka.com di Jakarta, Selasa (27/9).

Selain menghindari antrean, letak SPBU Vivo di wilayah Cilangkap yang dekat dengan tempat tinggal juga menjadi pertimbangan lainnya untuk meninggalkan Pertalite.

"Selain itu, lebih deket dari rumah SPBU (Vivo) nya," tekan Ayu.

BBM Vivo Ron 89 Bakal Dihapus dari Pasaran

PT Vivo Energy Indonesia yang merupakan operator SPBU Vivo memutuskan akan tidak menjual lagi BBM jenis Revvo 89 dari pasar. Penghapusan BBM Vivo jenis ini untuk mematuhi aturan pemerintah agar tidak ada lagi BBM beroktan rendah di pasar.

Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus penjualan BBM beroktan rendah pada 31 Desember 2022.

"Untuk mematuhi kebijakan pemerintah, PT Vivo Energy Indonesia telah mengambil langkah‐langkah yang diperlukan untuk menghabiskan persediaan Revvo 89 kami pada akhir tahun ini," mengutip keterangan PT Vivo Energy Indonesia, Selasa (6/9).

Menurut pihak manajemen Vivo, Revvo 89 merupakan produk BBM yang tidak bersubsidi dan harga BBM internasional telah sangat bergejolak belakangan ini.

"Harga jual ditentukan oleh harga BBM internasional serta peraturan lokal tentang formula harga jual maksimum," jelas perusahaan.

Dikatakan jika perubahan harga adalah keputusan komersial untuk mematuhi regulasi dan perubahan pasar. [idr]