Terungkap, Ini Penyebab Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui bahwa maskapai penerbangan menaikkan harga tiket hingga batas tarif atas. Sehingga harga tiket pesawat relatif lebih mahal ketimbang 2-3 tahun lalu.

"Biaya tiket sekarang dari mana pun relatif lebih mahal dari 2-3 tahun lalu," kata Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, (5/8).

Dia menjelaskan, kenaikan harga tiket ini disebabkan tingginya permintaan. Sementara kapasitas penumpang yang bisa ditampung terbatas.

Keterbatasan tersebut membuat biaya transportasi dan biaya tiket lebih mahal. Sehingga menyebabkan inflasi tinggi di sektor penerbangan.

"Keterbatasan dari pesawat membuat biaya transportasi atau biaya tiket lebih mahal," kata dia.

Tingginya harga tiket ini membuat pertumbuhan sektor pariwisata belum maksimal. Utamanya kunjungan turis ke Bali yang masih belum optimal.

"Ada kenaikan (permintaan kunjungan turis) tapi jumlah penerbangan belum maksimal," kata dia.

Covid-19 Belum Usai

Di sisi lain, kasus Covid-19 di negara asal turis juga masih tinggi seperti di Australia dan Jepang. Kasus di Jepang tercatat masih di atas 20 ribu kasus dan 40 ribu kasus di Australia.

"Sehingga tourism belum sepenuhnya pulih," kata dia.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi di Bali yang ditopang sektor pariwisata sudah mulai membuahkan hasil. Pada kuartal II-2022 pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara membaik dengan persentase 3,94 persen. Lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

"Ini baru awal daripada perbaikan akibat mobilitas yang membaik," kata dia mengakhiri. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel