Terungkap, Kopda Muslimin Mengaku Belum Punya Istri hingga Sewakan Kos untuk Pacar

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi membongkar satu per satu dugaan perselingkuhan Kopda Muslimin dengan pacar. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lombantoruan mengungkapkan, Kopda Muslimin ternyata berbohong ke pacar berinisial R belum memiliki istri.

Dia juga sampai rela menyiapkan tempat kos-kosan untuk selingkuhannya untuk bertemu.

"Memang sebelum kejadian sering berkomunikasi, ketemu di kos melakukan hubungan badan," kata Donny kepada wartawan, Jumat (29/7).

Setiap ingin bertemu, Muslimin selalu berkomunikasi dengan selingkuhannya untuk dijemput sesuatu tempat. "Setiap ketemu minta jemput pakai motor, R memang tinggalnya di Semarang," ungkapnya.

R masih berstatus saksi. Saat ini, R dalam pendampingan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Terkait aksi pada kasus penembakan tersebut, pacarnya tidak terkait. Bahkan, kata Donny, penembakan atas dasar ide Kopada Muslimin sendiri.

"Tidak terkait, tapi ini kita butuh kroscek, yang bersangkutan sudah meninggal," ungkapnya.

Mengetahui Muslimin sudah mempunyai istri, R mulai menjauh. Namun selama menjalin hubungan dengan Muslimin, sang pacar ikut bekerja menjual kartu perdana. Maka membuat Muslimin mudah berganti-ganti nomor handpone saat pelariannya.

"Jadi dia sangat mudah sekali gonta-ganti nomor ponsel agar tidak ketahuan dan Muslimin punya empat ponsel," ujarnya.

Terkait kasus tersebut, polisi sedang memeriksa saksi-saksi terkait. Saksi tersebut di antaranya istri Rina Wulandari dan keluarga Muslimin.

"Masih ada saksi yang belum diperiksa pada perkara tersebut," tandasnya.

Akhir Pelarian Kopda Muslimin

Pelarian anggota TNI Kopda Muslimin berakhir di rumah orang tuanya daerah Kendal, Jawa Tengah. Dia menjadi buronan penegak hukum setelah menjadi dalang kasus penembakan Rina Wulandari (34), yang ternyata adalah istrinya sendiri.

Kopda Muslimin ditemukan tewas di atas ranjang akibat keracunan. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh orang tuanya, Mustakim.

Sebelum ditemukan tewas, Kopda Muslimin datang ke rumah orang tuanya mengendarai motor Mio J bernomor polisi AA 2703 NC pukul 05.30 WIB. Dia kemudian masuk ke kamar belakang menemui kedua orang tuanya.

Di hadapan orang tuanya, Kopda Muslimin sempat memohon maaf. Kala itu dia menyampaikan permohonan maaf dalam keadaan muntah-muntah.

Kemudian, Mustakim menyarankan kepada Muslimin untuk menyerahkan diri ke polisi. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perkara hukum yang membelitnya.

Setelah mendengar itu, Kopda Muslimin berbaring di tempat tidur.

Selang beberapa jam, sekitar pukul 07.00 WIB, Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia oleh Mustakim. Mengetahui kejadian tersebut, adik korban, Novi melaporkan kepada Kodim 0715/Kendal. Akhirnya jenazah Kopda Muslimin dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diautopsi. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel