Terungkap Lima Fakta Baru Kasus Video Porno Kebaya Merah

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pelaku dalam video porno kebaya merah yang sempat viral di media sosial, dihadirkan di depan awak media oleh kepolisian dengan mengenakan baju oranye bertuliskan tahanan, Selasa (8/10).

Saat dibawa menuju ruang press conference di Mapolda Jatim, keduanya nampak berjalan tenang dan santai sembari menunduk dan tak satupun kata keluar dari mulut mereka ketika dicecar berbagai pertanyaan dari wartawan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua pemeran video porno tersebut ternyata merupakan sepasang kekasih. Di hadapan penyidik, keduanya mengaku sudah lama menjalin asmara.

"Mengakunya sebagai (sepasang) kekasih," kata Farman, Selasa (8/11).

Polisi memastikan telah menetapkan kedua pemeran video porno kebaya merah menjadi tersangka. Mereka pun dijerat dengan pasal berlapis berdasarkan dua alat bukti yang cukup, dan dua undang-undang yang berbeda.

"Ancamannya di atas 5 tahun penjara," beber Farman.

Berikut fakta-fakta terbaru kasus video porno kebaya merah:

Video Dijual Rp750 ribu

Kombes Pol Farman menyebut video pesanan itu dihargai Rp750 ribu per video. Berdasarkan penyidikan, motif kedua pemeran video porno kebaya merah itu pun dapat diungkap.

"Mereka membuat video berdasarkan pesanan. Satu video dihargai Rp750 ribu," katanya.

Dijelaskan pula jika tidak hanya satu akun yang melakukan pemesanan terhadap kedua tersangka. Polisi kini juga tengah mengidentifikasi sebuah akun telegram yang juga digunakan untuk bertransaksi.

"AH ini juga mendapatkan DM (direct message) melalui telegram. Akun tersebut juga tengah kita dalami," jelas Farman.

Ada 92 Part Video

Terungkap fakta juga bahwa pelaku pemeran video kebaya merah ternyata dengan sengaja memproduksi film-film berbau mesum. Dalam satu tahun ini keduanya telah memproduksi sebanyak 92 part video porno.

Temuan ini diungkapkan Kombes Pol Farman,dan menyatakan, bila pihaknya telah mengantongi sejumlah barang bukti berupa video porno hasil produksi tersangka AH, warga Malang dan ACS warga Surabaya itu telah disita penyidik.

Penyidik berhasil membongkar dua hardisk yang digunakan tersangka untuk menyimpan 92 part video hasil produksinya. "Kami sudah melakukan penyitaan harddisk dan ada 92 part video porno," ungkapnya.

Tak hanya file video, pihaknya juga turut menemukan ratusan foto telanjang hasil produksi kedua tersangka. Foto-foto tersebut, diduga turut diperjualbelikan oleh para tersangka.

"Ada juga kami temukan 100 foto nude (telanjang)," tegasnya.

Pemeran Pria juga Mengedit Video

Menurut penjelasan dari Kombes Pol Farman, video porno pasangan kebaya merah itu dikelola langsung oleh tersangka ACS.

Dari mulai proses pengambilan gambar, editing, hingga finishing, dilakukan langsung olehnya. Farman memastikan, saat pengambilan gambar dilakukan, tidak ada orang lain yang terlibat selain kedua tersangka.

"Pengambilan gambar dilakukan sendiri oleh mereka, bergantian. Lalu video diedit oleh ACS sampai jadi," katanya.

Farman menuturkan jika ACS mendapatkan keterampilan tersebut lantaran dirinya berprofesi sebagai freelance desain foto dan video. Sehingga, dia dapat dengan mudah melakukan penyetingan adegan hingga melakukan proses editing video.

"ACH ini freelance foto dan video. Jadi dia sendiri yang melakukan proses pengambilan gambar hingga editing," katanya.

Kebaya Merah Terbakar

Barang bukti dalam kasus tersebut juga telah disita pihak kepolisian. Uniknya, salah satu barang bukti yakni kebaya merah yang dipakai AH, disebut polisi terbakar habis.

Barang bukti itu antara lain berupa satu buah laptop hitam, dua hard disk hitam, dua handphone, dan satu lembar Invoice Kamar 1710, tertanggal 8 Maret 2022.

Sementara barang bukti berupa kebaya merah menurut pernyataan Kombes Pol Farman tidak disita karena menurut keterangan tersangka kebaya itu sudah terbakar habis bersamaan dengan tragedi kebakaran sebuah gudang beberapa waktu lalu.

"Terbakar habis bersamaan dengan terbakarnya sebuah gudang di Tambaksari beberapa waktu lalu. Tanggal 25 September terjadi kebakaran milik event organizer. Jadi kebaya itu kemungkinan menyewa," tegasnya.

Video Porno Dipesan

Pihak kepolisian menyebut jika pembuatan video porno tersebut sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pemesan. Tema yang diminta pemesan pada saat itu adalah resepsionis hotel.

"Pemesan minta (temanya) resepsionis hotel. Makanya, tersangka ini memakai kebaya merah, dan bergaya seperti karyawan hotel," kata Farman.

Dia menyebut, bahwa pemesanan tema dilakukan oleh seorang pemesan melalui sebuah akun twitter. Namun siapa sosok dibalik sang pemesan itu, ia menyebut penyidik masih berupaya mendalaminya.

"Dipesan melalui sebuah akun twitter. Ini juga masih kita dalami," tegasnya.

Selain tema resepsionis hotel, polisi juga menemukan banyak judul dalam 92 part video dalam harddisk milik tersangka ACS. Salah satu tema yang sempat disinggung Farman adalah tiga lawan satu alias threesome.

"Ada judul lain yang intinya tiga lawan satu. Ini juga masih kita dalami," ujarnya.

Ia pun memastikan pihaknya masih akan melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut lantaran ada dugaan kuat jika terdapat artis lain yang turut serta dalam pembuatan video porno itu. "Kita dalami adanya pihak lain," tutupnya.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]