Terungkap Lima Fakta Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Mimika Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - TNI-Polri mendalami kasus pembunuhan dan mutilasi empat orang di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. 10 Orang ditetapkan sebagai pelaku, dengan rincian enam anggota TNI dan tiga sipil serta satu orang yang masih diburu polisi.

Tiga pelaku sipil ditangkap polisi di tempat berbeda. APL dan DU diamankan pada Sabtu (27/8) di lokasi berbeda. Sedangkan pelaku RL diamankan pada Minggu (28/8) sekira pukul 10.00 WIT. Sementara pelaku anggota TNI sudah ditangani POM TNI.

"Pelaku APL alias J diamankan pada Sabtu (27/8) sekitar pukul 16.29 WIT sedangkan pelaku DU diamankan pada pukul 17.00 Wit di tempat fitnes yang berada di Jalan Ahmad Yani Timika. Polisi saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya berinisial RMH yang sudah ditetapkan status DPO oleh Polres Mimika," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi, Senin (29/8).

Berawal dari Jual Beli Senjata

Keempat korban pembunuhan bernama Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi dan Atis Tini.

Dari hasil penyelidikan diketahui salah satu korban, Leman Nirigi yang merupakan jaringan dari simpatisan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga pimpinan Egianus Kogoya mencari senjata dan amunisi di Kabupaten Mimika.

Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faisal Ramadhani mengatakan, awalnya ada masyarakat yang memancing para korban untuk jual beli senjata. Dari transaksi tersebut, ditemukan sejumlah uang senilai Rp250 juta.

para pelaku melakukan aksinya. Mereka menyiapkan benda menyerupai senjata api untuk meyakinkan korban.

"Nah dari situ ternyata korban ini semuanya dibunuh, uangnya diambil," kata Faisal.

Mayat Korban Dimutilasi

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal menambahkan, para pelaku menghabisi keempat korban itu pada Senin (22/8) sekitar pukul 21.50 Wit di SP 1 Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika.

Setelah melakukan pembunuhan, para pelaku membawa para korban ke Sungai Kampung Pigapu Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika untuk dibuang. Kondisi korban sudah dimutilasi terbungkus dalam karung.

Anggota badan korban ditaruh dalam enam karung berbeda, selanjutnya di isi batu-batu kemudian dibuang ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika.

Kendaraan Dibakar

Setelah membuang para korban, pelaku lantas membakar kendaraan yang digunakan korban saat bertransaksi.

"Setelah membuang para korban ke Sungai Kampung Pigapu Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, para pelaku menuju ke Jalan masuk Galian C Kali Iwaka untuk membakar mobil Toyota Calya yang di-rental oleh korban," ungkap Kamal.

Kemudian pada Selasa (23/8) pukul 07.30 WIT setelah mendapat laporan, anggota kepolisian menuju ke jalan masuk galian C Kali Iwaka (sekitar 60 meter dari jembatan). Sesampainya di TKP ditemukan 1 (satu) unit mobil Toyota Astra Calya warna merah tanpa pelat nomor yang telah hangus terbakar dan masih mengeluarkan asap dari sisa kebakaran.

Selanjutnya pada Jumat (26/8) sekitar pukul 13.40 WIT anggota jasad korban Arnold Lokbere ditemukan di Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. Sekitar pukul 18.55 WIT di SP 1 Mimika ditemukan 1 (satu) unit mobil Avanza hitam dengan nomor polisi N 1082 WR yang di-rental Arnold Lokbere bersama tiga korban lain.

"Pada Jumat (27/8) sekitar pukul 16.00 WIT anggota kembali menemukan salah satu korban (dalam identifikasi) di Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika," lanjut Kamal.

Kondisi Korban

Korban yang ditemukan sudah tidak dalam keadaan utuh. Mereka menjadi korban mutilasi. "Jadi korban ini ada empat, semuanya dipotong kepalanya dan kakinya," kata Faisal.

"Badannya satu belum ketemu. Kemudian satu karung berisi kepala, satu karung berisi kaki," tambahnya.

Faisal menambahkan, korban pertama ditemukan satu bagian tubuh di dalam karung. Kemudian ditemukan lagi dua hari yang lalu satu badan. Selanjutnya ditemukan satu badan lagi.

"Jadi yang belum ketemu adalah satu badan. Sementara yang sudah ketemu empat kepala dan empat pasang kaki," terang dia.

Enam Pelaku Prajurit TNI

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa mengakui enam anggota TNI AD yang bertugas di Brigif 20 Kostrad diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang menewaskan empat warga sipil di Timika.

"Saat ini keenam prajurit sudah ditahan di Den POM Timika," kata Mayjen TNI Teguh Angkasa di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, dilansir Antara, Senin (29/8).

Teguh Angkasa mengakui Panglima TNI dan Kasad telah memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap kejadian tersebut. Kodam XVII Cenderawasih telah bekerja sama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta yang terjadi karena hukum harus ditegakkan.

"Bahkan tim sudah melakukan pemeriksaan terhadap keenam prajurit," jelas Teguh Angkasa.

Keenam anggota TNI-AD yang diduga terlibat dalam insiden pembunuhan empat warga sipil itu yakni Mayor Inf Hf, Kapten Inf Dk, Praka Pr, Pratu Ras, Pratu Pc dan Pratu R. [cob]