Terungkap, Masalah Utama Ahsan/Hendra Tumbang di Thailand Open

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pebulutangkis Indonesia tampil buruk di BWF World Tour Super 1000, Thailand Open. Tak ada satupun yang lolos ke partai final.

Seyogyanya, hari ini Minggu 24 Januari 2021 digelar final di Impact Arena, namun sayang Indonesia harus gigit jari.

Sebenarnya ada dua wakil Indonesia yang bertempur di semifinal kemarin. Ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sayang mereka tumbang di tangan wakil Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan dua game langsung.

Selain itu ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang berlaga kontra wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi Lin. Ahsan/Hendra keok lewat rubbergame.

Khusus di ganda putra, pelatih Herry Iman Pierngadi menyebutkan bahwa pada dua Leg Asia kali ini, belum mencapai target. Anak-anak asuhannya yang diharapkan bersinar, terutama Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, justru gagal.

"Ya memang ganda putra tidak mencapai target. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian memang yang kami harapkan, tapi ternyata tidak berhasil. Mereka gagal. Nanti latihannya akan dievaluasi lagi. Memang banyak penurunan," ujar Herry dilansir VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI.

Menurut Herry, cedera betis kiri yang dialami Ahsan pada babak pertama, Rabu 20 Januari lalu, memang memengaruhi penampilannya. Namun, dia juga menyebut bahwa hal itu bukanlah alasan utama, melainkan pada faktor stamina dan usia.

"Cederanya Ahsan ada pengaruhnya, tapi lebih besar pengaruh karena stamina, karena usia tidak bisa dibohongi. Kalau memang tadi mau menang, kan seharusnya bisa dua gim. Yang gim kedua itu kan sudah setting," jelas Herry.