Terungkap Motif Juan Bunuh dan Kubur Kakaknya di Lantai Kontrakan

Daurina Lestari, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Misteri pembunuhan sadis seorang pria di rumah kontrakan di Sawangan, Depok, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Korban dikubur di dalam rumah kontrakan di kawasan Gang Kopral Daman.

Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku ternyata adalah adik korban sendiri. Dia adalah Juan. Sedangkan korbannya adalah Dedi.

Juan diringkus Tim Resmob Polres Metro Depok, di kawasan Gunung Pongkor, Bogor pada Kamis, 19 November 2020. Dari kasus ini, kembali ditemukan fakta mengejutkan.

Korban keberingasan Juan ternyata lebih dari satu orang. Jasad korban itu dikubur di hutan di wilayah Gunung Pongkor.

Lalu apa motif aksi keji pelaku?

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Aziz Andriansyah, mengungkapkan aksi pembunuhan sadis itu telah dilakukan secara terencana.

“Dari identitas yang ditemukan di rumah kontrakan tadi, kita telusuri ternyata korban memang hidup biasanya bersama adiknya. Tapi pada saat korban ditemukan dikubur atau dimakamkan di dalam kontrakan, si adik tidak ada di tempat,” kata Aziz.

Baca juga: Acara Maulid Nabi, FPI Dapat Izin Gunakan Jalan dari Sudinhub Jakpus

Dari situlah polisi curiga jika sang adik (Juan) terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Polisi pun melakukan pengejeran dan berhasil mengamankan pelaku.

“Kemudian kita fokus untuk mengejar adik dari korban tersebut, dan benar setelah dilakukan penangkapan tidak jauh dari lokasi kediamannya di daerah Bogor, Gunung Pongkor,” ujar Aziz.

Setelah lakukan pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap kakaknya dengan cara dianiaya dengan menggunakan alat, dan kemudian dikubur di dalam kontrakan tersebut.

“Adapun alasan dari si adik ini membunuh kakaknya, karena cekcok atau pertengkaran berkaitan dengan rencana pernikahan,” katanya.

Aziz menjelaskan, tersangka sudah memiliki pacar sedangkan korban (Dedi) belum memiliki calon. Juan ingin segera menikah, namun tidak bisa sebelum kakaknya menikah. “Ketika si adik ini mengejar kakaknya untuk segera menikah, kakaknya tersinggung dan sering marah semenjak 2 bulan terakhir,” ujarnya.

Dari situlah kemudian, Juan ingin melakukan pembunuhan terhadap kakaknya tersebut. “Tapi akan kita dalami lebih lanjut setelah melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” kata Azis.

Diketahui, jasad Dedi ditemukan pada Rabu malam, 18 November 2020. Saat itu polisi mendapat laporan dari warga setempat terkait benda mencurigakan yang dikubur di dalam kamar kontrakan tersebut.

Dari hasil visum sementara, polisi mendapati luka lebam pada bagian dada. Dugaan korban tewas akibat dibunuh juga diperkuat dengan giginya yang rontok akibat hantaman benda keras. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (ase)