Terungkap, Penembak Prajurit TNI di Papua dari Kelompok Egianus Kogoya

Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Insiden penembakan terhadap sejumlah prajurit TNI yang tengah bertugas di Papua kembali terjadi pada sore hari tadi. Tiga orang prajurit TNI dari satuan Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 700/WYC menjadi korban luka tembak dari serangan kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III), Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan, para pelaku penyerangan Tim Gabungan TNI itu dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata dari kelompok Egianus Kogoya. Mereka melakukan serangan ketika para Tim Gabungan TNI itu sedang berpatroli di sekitar Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Dia menjelaskan, tiga prajurit TNI yang menjadi korban penembakan kelompok OPM itu sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Mimika dengan menggunakan Heli Caracal TNI AU.

"Yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan baik-baik saja. Bagaimana pun juga, TNI siap berkorban apa saja demi keselamatan masyarakat Papua dan bangsa Indonesia” kata IGN Suriastawa dalam keterangan resmi yang diterima VIVA Militer, Kamis malam, 26 November 2020.

Sebagaimana diberitakan VIVA Militer sebelumnya, penyerangan yang dilakukan oleh kelompok OPM itu terjadi sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Serangan OPM itu telah melukai tiga orang prajurit TNI dari yang tengah melakukan tugas pengamanan sebagai Satgas Pamtas RI-PNG.

Tiga orang prajurit Yonif Raider 700/WYC Kostrad TNI AD yang terkena luka tembak adalah, Serda Abriadi yang terluka di bagian paha kanan. Kemudian, Kopda Subair Purnomo, luka tembak pada bagian pergelangan tangan kanan dan paha kanan. Dan, Prada Fajar Rosadi dengan luka tembak di bagian leher.

Baca juga : Ini Tiga Prajurit TNI yang Jadi Korban Penembakan OPM di Papua