Terungkap, Syarat Merry Mau Dipinang Jadi Asisten Raffi Ahmad

Tasya Paramitha, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAMerry atau Muhammad Sadeli telah dikenal publik sebagai asisten dari Raffi Ahmad. Merry sendiri diketahui telah bekerja sebagai asisten Raffi Ahmad selama 17 tahun.

Sebelum menjadi asisten Raffi Ahmad, diketahui Merry sempat berjualan sate di daerah Depok selama satu tahun. Dia kemudian diajak oleh temannya untuk bekerja di dunia sinetron, yang mana menjadi awal pertemuannya dengan Raffi Ahmad.

"Waktu itu ada temen ngajak kerja di sinetron, di salah satu PH. Kebetulan Raffi Ahmad itu artisnya PH itu. Saya masuk ke situ. Enggak tahu kenapa Raffi itu selalu cocok sama aku. Jadi minta kalau di tim sebelah sini mau ikut. Aku bilang, 'Enggak bisa, tugas aku di tim satu ya tim satu. Kalau kamu mau ajak aku ke sana, ke sini ya jadiin aku asisten pribadi. Itu baru bisa,'" kata Merry dalam channel YouTube Briz Entertainment, dikutip VIVA, Kamis, 11 Februari 2021.

Klik halaman selanjutnya untuk tahu lebih banyak.

Tidak lama kemudian, kata Merry Raffi Ahmad kemudian mengajukan agar Merry menjadi asistennya kala itu. Namun bukan berarti Merry langsung menerima tawaran Raffi kala itu. Dia pun sempat mengajukan sejumlah syarat kepada Raffi.

"Aku enggak langsung iya aku ikut. Aku jadi ngasih begini begitu. Aku enggak mau tinggal di rumahnya, terus pikir-pikir dulu keputusannya. Aku begini, kalau misalnya sudah mempertimbangkan aku maunya begini, baru kita ngobrol lagi. Ternyata dia ngobrol lagi ,'Ayo Mer,'" ujar Merry.

Merry pun secara gamblang menjelaskan alasan dirinya tidak mau tinggal dengan Raffi kala itu. Hal ini lantaran dia takut suatu waktu rumah dari bosnya itu kemalingan.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

"Kenapa enggak mau tinggal di rumah bos, takutnya aku ikut bos, terus saudaraku tinggal di rumah bos. Kalau nanti ada orang yang benci sama aku, dia nyolong di rumah bos, nanti mengkambinghitamkan karena benci. Aku bilang gitu. Dia iya. Akhirnya aku ngontrak sendiri," kata Merry.

Merry juga menyebut alasan dia mau menjadi asisten Raffi Ahmad kala itu bukan karena tawaran gaji yang fantastis. Melainkan sikap Raffi yang dinilainya sangat baik.

"Cocok karena satu, orangnya baik. Saya bisa ngelihat Raffi itu baik. Dari dia masih remaja, ABG, welcome sama semua orang, meski enggak ada uang. Kalau misalnya ada pedagang bakso lewat, 'Bang, segerobak berapa?' Rp500 ribu misalnya. 'Ya udah Mer, kasih duit Rp600 ribu. Oy, siapa yang mau bakso.' Kru-kru dikasih semu. Jadi setiap orang jualan, bos Raffi tuh begitu," ujar Merry.