Terungkap, TNI AU Pernah Ajukan Pengganti Jet Tempur BAE Hawk 200

Radhitya Andriansyah

VIVA – Sebuah fakta terungkap mengenai jet tempur milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), BAE Hawk 200 TT 0209H, yang jatuh di Riau, 15 Juni 2020 pagi WIB. Sudah uzur, TNI AU pernah mengajukan pengganti jet temput buatan Inggris ini.

Menurut laporan Airspace-review.com, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) terdahulu, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, sempat menyatakan niatnya untuk mengganti peran BAE Hawk 200 TT 0209H. Pasalnya, TNI AU sudah menggunakan jet tempur ini sejak 1995, dan sudah berusia 20 tahun.

TNI AU memiliki niatan untuk mengganti BAE Hawk 200 TT 0209H dengan pesawat tempur generasi 4,5 (empat setengah). Sempat dikabarkan, pengganti BAE Hawk 200 TT 0209H ada F-16 Fighting Falcon buatan manufaktur pesawat General Dynamics asal Amerika Serikat (AS).

"Secara bertahap, pesawat Hawak akan kita ganti dengan pesawat baru generasi 4,5 (empat setengah). Sesuai Rencana Strategis dan MEF IV, kami akan remajakan secara bertahap (Hawk 100/200)," ujar KSAU pada 2018 lalu.

"Rencananya, penggantinya adalah pesawat tempur generasi 4,5 atau di atasnya. Proses pengajuan saat ini sedang berjalan," katanya.

Proses penggantian BAE Hawk 200 TT 0209H memang direncanakan akan dimulai tahun ini. Akan tetapi, sejumlah kabar mengenai pengganti jet tempur itu beredar ke permukaan.

Jika berpegang kepada pernyataan KSAU terdahulu, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, sejumlah jet tempur generasi 4,5 punya karakter siluman (stealth). Beberapa jenis jet tempur generasi 4,5 adalah Sukhoi Su-27 (Rusia), Sukhoi Su-35 (Rusia), Shenyang J-11 D (China), Chengdu J-10B, Mikoyan MiG-35 (Rusia), Eurofighter Typhoon (Inggris), Mitsubishi F-2, dan F-16 Fighting Falcon.