Terus Alami Tekanan, IHSG Ditutup Turun ke 6.104,32

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan pekan ini. Sejak awal sesi perdagangan hari ini memang tekanan terhadap IHSG sudah terjadi.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (18/12/2020), IHSG ditutup turun tipis 9 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.104,32. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 0,65 persen ke posisi 962,35.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.142,85 dan terendah 6.091,39.

Pada sesi penutupan pedagangan, 248 saham perkasa tetapi tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sementara itu, sebanyak 246 saham melemah sehingga menekan IHSG. Di luar itu, 142 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 1.526.980 kali dengan volume perdagangan 30,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 589 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.092.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang berada di zona merah yaitu sektor industri dasar yang turun 0,86 persen, sektor keuangan yang melemah 1,08 persen, dan sektor keuangan turun tipis 0,01 persen.

Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor perkebunan yang melonjak 3,20 persen. Disusul sektor kontruksi naik 1,23 persen dan sektor pertambangan menguat 0,90 persen.

Saham yang menguat antara lain VICI yang naik 34,81 persen ke Rp 182 per lembar saham. Kemudian BEKS yang naik 34,21 persen ke Rp 102 per lembar saham dan KOTA yang naik 25 persen ke Rp 260 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain WICO yang melemah 6,87 persen ke Rp 434 per lembar saham. Kemudian HDFA turun 6,82 persen ke Rp 123 per lembar saham dan APEX turun 6,79 persen ke Rp 494 per lembar saham.

IHSG Dibuka Melemah ke 6.110, Sektor Keuangan Jatuh Paling Dalam

Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini. Di awal perdagangan bursasaham Indonesia sempat menguat tipis tetapi langsung kembali tenggelam.

Pada pra-pembukaan perdagangan Jumat (18/12/2020), IHSG turun tipis 7,13 poin atau 0,12 persen ke level 6.106,25. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00, IHSG berbalik arah dengan menguat 0,16 poin ke level 6.113,54.

Namun tak lama kemudian, IHSG kembali melemah tipis 3,45 poin atau 0,07 persen ke level 6.110,70.

Indeks saham LQ45 melemah 0,20 persen ke posisi 966,71. Sebagian besar indeks acuan bergerak di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.123,63. Sedangkan terendah 6.106,25.

Sebanyak 217 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 51 saham melemah dan 168 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham normal yaitu 52.110 kali dengan volume perdagangan 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 680 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 65 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.153 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada satu sektor yang melemah yaitu keuangan dengan turun 0,48 persen.

Penguatan dipimpin oleh sektor konstruksi yang melesat 0,92 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan naik 0,78 persen dan sektor perkebunan naik 0,43 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain VICI naik 34,81 persen ke Rp 182 per lembar saham. Kemudian BBHI naik 24,68 persen ke Rp 384 per saham dan KOTA naik 24,04 persen ke Rp 416 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain APEX turun 6,79 persen ke Rp 494 per lembar saham, DFAM yang turun 6,67 persen ke Rp 224 per lembar saham dan TCPI turun 6,56 persen ke Rp 6.050 per saham.

Mengutip riset Ashmore, bursa saham AS ditutup naik ke level tertinggi sepanjang masa karena anggota parlemen AS melanjutkan negosiasi tentang RUU bantuan pandemi Covid-19. Para pemimpin kongres sedang mengerjakan poin-poin terakhir dari kesepakatan bantuan tersebut.

Sementara itu, suku bunga hipotek mencapai rekor terendah. Rata-rata untuk pinjaman tetap 30 tahun turun menjadi 2,67 persen dibanding 2,71 persen pada minggu lalu.

Sebanyak 9 dari 11 sektor utama ditutup lebih tinggi dengan sektor properti naik 1,2 persen.

Saksikan video pilihan berikut ini: