Terus Bertambah, Rumah Rusak di Malang Akibat Gempa Blitar Jadi 496 Unit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Malang - Jumlah rumah yang rusak akibat gempa Blitar pada Jumat (21/5/2021), terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 492 unit rumah di wilayah tersebut rusak.

Pelaksana Tugas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono mengatakan, kerusakan rumah akibat gempa bermagnitudo 6,2 yang kemudian di-update menjadi 5,9 tersebut sebagian besar mengalami rusak ringan.

"Sebagian besar rumah mengalami rusak ringan, sementara untuk yang rusak berat, tercatat ada belasan," kata Sadono dikutip dari Antara, Rabu (26/5/2021).

Sadono menjelaskan, dari total 492 unit rumah yang rusak tersebut, sebanyak 390 rusak ringan, 88 rusak sedang, dan 14 rumah lainnya rusak berat.

Menurut Sadono, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum.

"Untuk fasilitas umum, kerusakan paling banyak terjadi pada fasilitas layanan kesehatan, sebanyak 14 unit," kata Sadono.

Sadono menambahkan sementara untuk kerusakan pada rumah ibadah, tercatat sebanyak tujuh unit, dan dua unit fasilitas umum lainnya juga mengalami nasib serupa. Hingga saat ini, tidak ada laporan terkait adanya kerusakan pada fasilitas sekolah.

Gempa Blitar dan dirasakan di wilayah Malang Raya tersebut menyebabkan kerusakan pada 16 kecamatan, dari total 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Beberapa kecamatan tersebut adalah Kecamatan Dampit, Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Jabung, Kecamatan Donomulyo, dan Kecamatan Kalipare.

Paling Terdampak

Kabupaten Malang merupakan wilayah yang terdampak cukup banyak dibandingkan wilayah lain seperti Kota Malang, dan Kota Batu. Di Kota Malang, tercatat hanya ada satu rumah yang mengalami kerusakan, sementara di Kota Batu tidak terjadi kerusakan sama sekali.

Akibat gempa bumi tersebut, BPBD Kabupaten Malang juga mencatat adanya satu korban luka-luka, di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Tidak ada korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.

Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Jumat (21/5) pukul 19.09 WIB. Gempa magnitudo 5,9 tersebut, terjadi pada kedalaman 110 kilometer, sejauh 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar.

Gempa yang terjadi pada koordinat 8.63 Lintang Selatan (LS), dan 112.34 Bujur Timur (BT) tersebut, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel