Terus Perkasa, Rupiah Sentuh Level 14.095 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat. Pada Rabu sore, rupiah ditransaksikan menguat mendekati level psikologis 14.000 per dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 320 poin atau 2,22 persen menjadi 14.095 per dolar AS dari sebelumnya 14.415 per dolar AS.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan, penguatan rupiah lebih dominan didorong oleh faktor global khususnya terkait kurang kondusifnya situasi di Amerika Serikat sehingga dolar AS tertekan.

"Faktor domestik hanya isu samping yang kebetulan memang tidak seburuk dugaan. Justru AS yang memburuk, oleh isu COVID-19 dan kerusuhan," ujar Wahyu dikutip dari Antara, Rabu (3/6/2020).

Demonstrasi dan kerusuhan telah menyebar ke kota-kota di seluruh AS setelah kematian seorang warga Afrika-Amerika George Floyd. Hal itu telah memicu kekhawatiran tentang percepatan kembali tingkat infeksi COVID-19 dan meredam pemulihan ekonomi, menurut beberapa ahli.

Sentimen positif bagi rupiah lainnya yaitu pembukaan kembali perekonomian di beberapa negara pandemi dan rencana normal baru di Indonesia.

 

Tembus Level Psikologis

Aktivitas penukaran uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar Rupiah pada Kamis (19/3) sore ini bergerak melemah menjadi 15.912 per dolar Amerika Serikat, menyentuh level terlemah sejak krisis 1998. (merdeka.com/Imam Buhori)

Menurut Wahyu, rupiah berpotensi menguat menembus level psikologis 14.000 per dolar AS dalam pekan ini.

"Rupiah sangat mungkin menyentuh 14.000 per dolar AS, bahkan di bawah itu," kata Wahyu.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi 14.233 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran  14.095 per dolar AS hingga 14.233 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi  14.245 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi  14.502 per dolar AS.