Terus transformasi, PTPN catat kenaikan produksi komoditas perkebunan

Faisal Yunianto
·Bacaan 3 menit

Perusahaan induk atau holding sektor perkebunan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sejak akhir 2019, terus melakukan transformasi perusahaan melalui 18 program strategis dan enam program prioritas quick wins guna mengoptimalkan kinerja produksi dan efektivitas perusahaan.

Transformasi juga dilakukan untuk menghadapi tantangan BUMN industri perkebunan itu di berbagai aspek termasuk pengelolaan portofolio, operasional, komersial, investasi dan pendanaan, model operasi, merit system, budaya dan kapabilitas.

Corporate Secretary Holding PTPN III (Persero) Imelda Alini Pohan mengatakan transformasi yang dilakukan sejak 2019 ini telah mulai menunjukkan pencapaian, diantaranya dalam hal peningkatan kinerja tahun 2020 dari operasional maupun keuangan dibandingkan dengan tahun 2019, di mana telah terjadi kenaikan produksi komoditas utama.

Peningkatan produksi tersebut terjadi pada CPO sebesar 1,74 persen; produksi karet naik sebesar 6,94 persen; serta produksi teh naik sebesar 10,38 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

"Holding Perkebunan Nusantara PTPN III berkomitmen untuk terus melakukan program transformasi dan melakukan standardisasi kinerja seluruh anak perusahaan dengan tujuan utama untuk memperbaiki tata kelola dalam rangka menyehatkan kondisi operasional dan keuangan perusahaan sehingga setara dengan best practice," kata Imelda dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Selain dari sisi produksi, kinerja keuangan perseroan juga mengalami peningkatan dengan capaian jumlah utang yang mengalami penurunan sebesar 0,36 persen, dan adanya peningkatan penjualan sebesar 0,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

PTPN Group juga memperoleh pencapaian lainnya di antaranya ikut berperan dalam pembangunan perekonomian Indonesia melalui pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang, berinovasi dalam bisnis perkebunan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas serta meningkatkan nilai tambah sehingga dapat memacu peningkatan daya saing.

Dalam bidang pemasaran, PTPN Group dapat mengoptimalkan harga penjualan di tahun 2020 dan berhasil menjual komoditi utama dengan harga rata-rata mengalami kenaikan dibanding harga jual rata rata tahun 2019.

Untuk CPO, harga rata rata mengalami kenaikan sebesar 26 persen dan gula 7,5 persen di atas harga rata rata tahun 2019. Selain itu, PTPN Group juga telah merambah pasar ritel dengan meluncurkan beragam produksi diantaranya gula kemasan 1 kg, minyak goreng, kopi dan teh.

Lebih lanjut Imelda memaparkan ada enam program prioritas PTPN Group terdiri dari Operational Excellence, restrukturisasi organisasi & SDM, divestasi aset, optimalisasi & kerjasama aset, transformasi keuangan, restrukturisasi perusahaan.

Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menargetkan operational excellence seluruh anak perusahaan dapat tercapai melalui d iantaranya penguatan management review, pembentukan tim inspektorat untuk melakukan monitoring lapangan agar SOP berjalan efektif.

Kemudian, optimalisasi peran riset perkebunan nusantara sebagai konsultan pengawalan peningkatan produksi, implementasi IT (digital farming, IOT & GIS, fleet management), peningkatan kompetensi SDM terutama dalam bidang teknis dan peningkatan budaya planters.

Program prioritas transformasi di atas tidak akan efektif jika efisiensi di dalam perusahaan tidak digalakkan. Untuk itulah, PTPN Group melaksanakan program CRP (Cost Reduction Program) dan CPP (Cost Postponed Program) secara konsisten.

Ke depannya, PTPN telah menyusun RJPP 2020--2024 dengan menetapkan fokus komoditas utama yang akan diprioritaskan. Dalam rencana jangka panjang, PTPN akan memperluas areal komoditi unggulan terutama sawit dan tebu dengan melakukan penataan portofolio melalui konversi lahan tidak produktif, memperkuat karet, teh dan kopi di dataran tinggi melalui intensifikasi, mengoptimalkan arus kas, dan ekspansi bisnis yang selektif.

Baca juga: Holding PTPN bersama Pertamina kembangkan PLTS di KEK Sei Mangkei
Baca juga: PTPN Group terapkan teknologi digital farming kelola perkebunan
Baca juga: PTPN Grup lakukan peremajaan kebun sawit di seluruh anak usaha