Tes Antigen, Polda Metro Temukan 500 Orang Positif Covid-19 saat Arus Balik Mudik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya melakukan tiga lapis pemeriksaan terhadap warga yang pulang usai melakukan perjalanan mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayah Jabodetabek saat arus balik Lebaran 2021.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yudo mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, salah satunya melalui pemudik yang kembali ke Ibu Kota.

Untuk itu, kata dia, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemudik melalui pos penyekatan atau check point.

"Sampai kemarin saja, pemeriksaan di Polda Metro Jaya ada tiga lapis," ujar Sambodo, Rabu (26/5/2021).

Dia menjelaskan, pada lapis pertama, Polda Metro Jaya meminta warga yang mudik, saat masih di kampung untuk memeriksakan diri sebelum kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

Pada lapis kedua, lanjut Sambodo, di 14 pintu masuk Jakarta, baik di tol, terminal, dan arteri dilakukan pemeriksaan.

Apabila lolos dari dua lapis tersebut, lapis ketiga berbasis komunitas yang dilakukan Satgas RW, maupun Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satgas, Lurah, hingga RT dan RW melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melakukan perjalanan mudik.

"Total sekitar 90 ribuan orang yang sudah dilaksanakan pemeriksaan antigen dan ada 500 orang yang positif," terang Sambodo.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pentingnya Lakukan Tes

Petugas medis melakukan tes swab antigen di Tower Alamanda Apartemen GNR, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Kegiatan yang digelar untuk menekan penyebaran Covid-19 merupakan komitmen untuk melindungi penghuni lain yang tidak mudik sehingga tercipta hunian yang nyaman. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Petugas medis melakukan tes swab antigen di Tower Alamanda Apartemen GNR, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Kegiatan yang digelar untuk menekan penyebaran Covid-19 merupakan komitmen untuk melindungi penghuni lain yang tidak mudik sehingga tercipta hunian yang nyaman. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sambodo menilai, apabila melihat dari positivity rate terlihat kecil, seperti di Kota Depok yang telah diperiksa sebanyak 3.700 orang, namun yang reaktif hanya 14 orang.

Namun apabila dibayangkan dari 500 orang atau 14 orang tidak dilakukan penjaringan, akan membahayakan orang lain dan jumlahnya dapat terus bertambah penularan Covid-19.

"Jadi angka yang sudah membaik di Jakarta maupun sekitarnya bisa melonjak tajam, jika pemudik yang kembali dari kampung halamannya tidak bisa kita pastikan bahwa dia bebas Covid-19," ucap Sambodo.

Sambodo mengungkapkan, ketersediaan alat rapid test maupun swab test dengan dilakukannya perpanjangan masa penyekatan mudik hingga 31 Mei dinilai cukup. Hal itu dikarenakan pihaknya mendapatkan bantuan dari Satgas, Mabes Polri, dan Biddokkes.

"Jadi kita hitung selama enam hari ke depan di Kota Depok sampai 24 Mei sekitar 3.700an, dengan adanya perpanjangan mereka ada stok berapa nanti kita akan terus penuhi termasuk tenaga kesehatannya," tutup Sambodo.

Aksi-Aksi Nekat Terobos Penyekatan Mudik Lebaran 2021

Infografis Aksi-Aksi Nekat Terobos Penyekatan Mudik Lebaran 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Aksi-Aksi Nekat Terobos Penyekatan Mudik Lebaran 2021. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel