Tes PCR Bikin Persib Lebih Lega Jelang Latihan Perdana

Satria Permana, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Persib Bandung menggelar tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab jelang menggelar latihan perdana di tengah pandemi virus corona COVID-19. Tes dilakukan pada Jumat 3 Juli 2020 di Graha Persib, kawasan Sulanjana, Bandung.

Tes kemarin baru diikuti oleh 46 personel Persib, yang terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial. Jumlah itu, belum mencakup keseluruhan skuad Persib.

Rencananya akan ada gelombang kedua untuk menggelar tes yang sama karena masih banyak pemain dan ofisial tim yang belum bergabung.
Baca juga: Ternyata Aksi Liar Pogba yang Bikin Bruno Fernandes Cedera

Dokter Persib, Rafi Ghani, menyatakan tes ini merupakan salah satu prosedur yang wajib dilakoni jelang menggelar latihan perdana.

"Pemeriksaan akan dilakukan dua tahap. Sebab, belum semua pemain dan ofisal belum bisa berkumpul. Tapi, kami pastikan untuk berlatih bersama semua sudah melakukan tes PCR hari ini," kata Rafi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ikut mengawal jalannya tes PCR Persib. Diharapkan, dengan tes macam ini, latihan Persib menjadi lebih aman.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat kawal tes PCR Persib Bandung
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat kawal tes PCR Persib Bandung

"Saya titip ke Persib untuk jalani protokol kesehatan selama berlatih. Cuci tangan, setelah latihan pakai masker, jaga jarak, dan lainnya," ujar Ridwan Kamil.

Jadi Lebih Tenang

Sementara itu, kiper Persib, I Made Wirawan, mengakui langkah timnya menggelar tes PCR membuat seluruh anggota skuad menjadi lebih tenang. Sebab, mereka tahu kondisi tubuh masing-masing.

"Kami jadi tahu bagaimana tubuh ini, fit, dan benar-benar negatif virus corona sehingga aman berlatih kembali," ujar Made.
Baca juga: Negosiasi Kontrak Baru dengan Arsenal, Aubameyang Banyak Minta

Berlatih di tengah masa pandemi tentunya tak mudah. Sebab, banyak tantangan yang muncul.

Materi latihan juga pastinya akan terasa lebih berat karena belum tentu kondisi fisik para pemain berada dalam level tertinggi. Pun, potensi cedera begitu tinggi.

"Saya siap berlatih, karena selama masa karantina kami tetap berlatih rutin dengan program mandiri. Anggap saja di awal musim, main dari nol," terang Made.