Tesla Batal Investasi di Indonesia? Bahlil: Doakan Saja yang Terbaik

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengklarifikasi soal kabar bahwa Tesla lebih memilih investasi di India dibanding di Indonesia. Khususnya dalam hal investasi pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicles (EV) battery.

Bahlil menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Indonesia masih terus melakukan upaya negosiasi dengan pihak Tesla. Agar mereka juga berminat untuk membangun industri mobil listrik di Tanah Air.

"Dunia belum berakhir. Dalam negosiasi itu biasa selalu ada pasang surut pada dinamika kita mengurus soal investasi ini," kata Bahlil dalam telekonferensi, Rabu 24 Februari 2021.

Baca juga: BRI Bakal Lanjutkan Penurunan Suku Bunga Kredit Tahun Ini

Bahlil mengatakan, BKPM masih optimistis untuk menarik investasi Tesla ke dalam negeri. Sebab, Tesla sendiri belum hengkang dari niatnya berinvestasi di Tanah Air, meskipun rencana investasi di India sudah diumumkan.

"Enggak ada yang hengkang. Kalau hengkang itu kan sudah tiba, baru pergi. Nah ini masih berproses. Jadi kalau dalam nego berbisnis, masih deal-deal-an itu biasa lah soal pasang surut itu. Jangan pesimis," ujarnya.

Bahlil mengakui bahwa dinamika semacam ini sebelumnya juga pernah dialami BKPM. Hal itu terjadi saat berupaya merayu pihak LG agar mereka mau berinvestasi di Tanah Air.

"Sama dengan saya melakukan negosiasi dengan LG, itu kan pasang surut nya tinggi juga. Satu tahun lebih baru clear," kata Bahlil.

Karenanya, melalui proses negosiasi yang masih dilakukan saat ini dan dikomandoi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Bahlil mengaku optimis bahwa pihak Tesla memilki kemungkinan untuk berinvestasi di Indonesia.

Dia bahkan meminta dukungan agar Tesla pada akhirnya nanti bisa berinvestasi dengan membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV battery) di Indonesia. Dengan segala kemudahan dalam upaya implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

"Jadi doakan saja lah yang terbaik. Saya yakinkan bahwa Insya Allah dengan Undang-undang Cipta Kerja ini akan melahirkan iklim yang lebih baik, bagi pengembangan usaha kita dan kemudian membangun persepsi positif," ujarnya.