Tesla Borong Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun, Buat Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tesla mengumumkan akan membeli mata uang bitcoin senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun (asumsi kurs Rp 14.002 per dolar AS).

Tesla akan membeli bitcoin agar lebih fleksibel untuk diversifikasi dan mengoptimalkan kas dan investasi. Demikian disampaikan Tesla dalam dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau the Secutiries and Exchange Commission (SEC).

Selain itu, Tesla juga akan menerima pembayaran dalam bitcoin untuk produknya. Hal ini akan tunduk pada hukum yang berlaku dan awalnya secara terbatas.

Dengan langkah tersebut akan membuat Tesla menjadi produsen mobil besar pertama yang melakukannya. Bitcoin senilai USD 1,5 miliar akan memberi likuiditas Tesla dalam mata uang kripto saat mulai menerima pembayaran.

Tesla memilih bitcoin sebagai investasi dengan persentase yang signifikan dari uang tunai. Perusahaan memiliki lebih dari USD 19 miliar dalam bentuk kas dan setara kas pada akhir 2020.

Meski demikian, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan seputar perilaku CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini di twitter. Ia telah mendorong kenaikan harga mata uang kripto seperti bitcoin dan dogecoin dengan mengunggah pesan sehingga lebih banyak orang membeli mata uang digital.

Harga Bitcoin Melonjak

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Dua pekan lalu, miliarder Elon Musk juga menambahkan tagar #bitcoin ke bio Twitternya, sehingga membantu menaikkan mata uang digital 20 persen.

”Saya pikir saat ini bitcoin adalah hal yang baik, dan saya pendukung bitcoin,” ujar dia di situs obrolan media sosial Clubhouse.

Harga bitcoin melonjak ke level terbaru pada awal pekan ini dengan pengumuman Tesla. Harga bitcoin sentuh posisi tertinggi USD 44.200. Saham Tesla menguat lebih dari dua persen pada perdagangan Senin pagi. Dengan pengumuman ke otoritas, Tesla mengingatkan investor terhadap volatilitas harga bitcoin.

Musk Pernah Bermasalah dengan Cuitan

Elon Musk.  (Britta Pedersen / POOL / AFP)
Elon Musk. (Britta Pedersen / POOL / AFP)

Musk pernah mendapat masalah karena unggahan di twitter telah menggerakkan pasar. Namun, tidak jelas bagaimana unggahannya mengenai mata uang kripto. The Security and Exchange Commission menuduh Musk telah melakukan penipuan pada 2018 karena cuitannya menjadikan saham perusahaan itu menjadi USD 420 per saham.

Musk pun terpaksa melepaskan jabatan sebagai chairman dan membayar denda USD 20 juta untuk perusahaan itu sendiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini