Tetangga Tidak Menyangka Farouk Sang Imam Masjid Ternyata Teroris

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Usai penangkapan Farouk (25) alias Fatih yang diduga kelompok teroris oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror di sekitar Mesjid Almusabbihin, Kompleks Perumahan Permata Sudiang Raya , Blok H2 No 11,  RT 05 , Rw 24 Jl Daeng Raman Kecamatan  Biringkanaya Makassar, Sabtu (8/6/2013) sekitar Pukul 20.00 Wita.

Beberapa tetangga tidak menyangka sosok Farouk yang berasal dari kota Bima merupakan gembong teroris. Karena keseharian Farouk dan istrinya merupakan guru mengaji di Masjid yang terletak di kompleks tersebut.

Selain itu dimata warga, menilai Faoruk adalah  orang yang baik , meski  jarang berbaur dengan warga sini. Tapi, dia sering berpartisipasi membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Salah satunya bila ada warga yang membangun rumah, pasti dia juga ikut membantu. Termasuk masjid tempat dia mengajar mengaji, dia juga bekerja disana membantu para tukang membangun lantai dua masjid.

"Kami dan warga sekitar sama sekali tidak pernah menduga bahwa Farouk adalah gembong teroris yang telah lama diincar anggota densus. Karena Farouk maupun sang istri punya keseharian yang  baik. Tidak ada yang pernah menduga Farouk akan ditangkap dan dituduh sebagai komplotan teroris. Istrinya juga kami kenal baik, dia itu ibu rumah tangga dan juga ikut membantu anak-anak warga disini untuk belajar mengaji. Tapi, hanya khusus santri putri yang dia ajar. Itupun hanya di rumahnya," ujar Junaidi, Ketua RT 5, Kompleks Sudian Raya, Kecamatan Biringkanaya , Makassar.

Hal senada juga dikatakan tetangga Farouk, Menurut Indra (24), Farouk dan istrinya sehari-harinya memang dikenal tertutup. Fitri, sang istri juga memakai cadar, sehingga kurang bersosialisasi dengan tetangganya yang lain. Fitri hanya akrab dengan beberapa tetangga dekat terkhusus ibu-ibu wanita saja.

Sekaligus dengan para santriwati yang dia didik mengaji di rumah tempat dia menumpang bersama Farouk suaminya. Sedangkan Farouk, mengajar santrinya di mesjid Almusabbihin dan juga telah dipercayakan sebagai imam masjid oleh warga sekitar

"pekerjaan sehari-hari Farouk adalah di masjid Almusabbihi, selain membersihkan masjid dia juga merupakan Imam masjid serta guru mengaji. Jadi Warga disini tak menyangka jika Farouk ini adalah kelompok teroris, sebab meski jarang sosialisasi , namun dia orangnya baik, selalu membantu warga jika ada kegiatan, " tutur Indra, tetangga Farouk, Senin (10/6)

Indra mengatakan, dimata warga disini tidak ada tanda-tanda bahwa Farouk adalah gembong  teroris,  sebab Farouk juga diketahui adalah orang yang pendiam. Bahkan setelah melaksanakan salat dan mengajar ngaji dia langsung pulang ke rumahnya. Adapun pelajaran yang diajarkan kepada anak sekitar hanya mengaji biasa dan diketahui tidak ada ajaran menyesatkan. Menurut Warga setempat, bahwa istri Faoruk kini sementara sudah mengandung tiga bulan,

Informasi yang dihimpun Tribun Timur, Farouk juga diketahui sudah tinggal di kompleks perumahan tersebut sejak tahun 2011. Ia diketahui berasal dari kota Bima dan tidak mempunyai tempat tinggal. Namun, karena pribadinya yang sehari-hari rajin beribadah di mesjid Almusabbihin, pengurus mesjid akhirnya mengisinkannya tinggal  menetap di mesjid.

Selang beberapa bulan kemudian, seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), Andi Badaruddin yang simpati terhadap ketekunan ibadah Farouk, dengan baik hati mempersilahkannya tinggal menumpang di rumah miliknya di Blok H2 No. 11. Tak berselang lama, Farouk sempat pulang ke kota Bima. Setelah 3 Bulan di Bima, Farouk kembali ke Makassar. dirinya pun telah menikah dan membawa istrinya, Fitri ikut tinggal bersamanya di rumah milik Andi Badaruddin.

Pantauan Tribun Timur, pascapenangkapan  Farouk yang ditangkap oleh anggota detasemen khusus (densus) 88 anti teror, ketika hendak menuju rumah miliknya selepas menjalankan salat Isya, Sabtu, 8 Juni, sekitar Pukul 20.00 Wita. Kondisinya rumah mulai sepi, tidak ada lagi aktifitas proses belajar mengaji seperti yang dilakukan selama ini. Bahkan di  Kompleks Permata Sudian Raya Kecamatan Biringkanaya Makassar,  nampak Istrik Farouk , Fitri hanya terlihat terus-menerus merenung duduk tepat di depan pintu rumahnya. Dan terkadang matanya memperhatikan setiap orang yang melintas.

Sang istri terlihat hanya terus merenung di depan pintu rumahnya. Bahkan terkadang, beberapa tetangganya yang prihatin, juga terlihat mendatangi Fitri dan mengajaknya bercengkrama. Rumah milik Farouk di kompleks Sudiang Raya yang terletak di blok H2 nomor 11 terlihat sepi.

Hanya ada sebuah sepeda motor dan istri Farouk, Fitri ditemani tetangganya terlihat duduk di depan pintu rumahnya. dengan berbalut cadar dan jilbab besar berwarna hitam. Saat ditemui Tribun Timur, Fitri menolak Ketika coba dimintai tanggapannya  tentang Suaminya yang dituding teroris oleh petugas densus 88. Bahkan menurutnya ada densus 88 yang datang ke rumah tersebut untuk melarang berkomentar terkait masalah ini.

"Tidak usah. Saya belum siap berbicara tentang suami saya," kata Fitri.Istri Farouk sambil duduk di pintu rumahnya.

Hal ini juga diakui tetangga Farouk yang enggan menyebut namanya,  bahwa sebelum Tribun datang sudah ada himbauan dari Densus 88 untuk tidak boleh memberikan komentar terkait penangkapan Farouk terduga teroris.

"Saya tidak bisa memeberikan komentar, jangan sampai saya salah , nanti saya lagi yang disalahkan," tuturnya.

Baca Juga:

  • Teroris yang Ditangkap di Poso dan Makassar Terkait Jaringan Santoso
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.