Tetap Menjaga Pentingnya Silaturahmi Walau di Rumah Saja

Liputan6.com, Jakarta Kita pasti setuju tidak ada yang lebih penting dari mempererat tali silaturahmi saat bulan Ramadan tiba. Namun, sepertinya sedikit berbeda pada tahun ini, karena kita diimbau agar menjaga jaga jarak atau social distancing untuk mencegah penyebaran virus. 

Padahal, dengan bersilaturahmi kita bisa menyambung tali persaudaraan yang mungkin terputus karena kesibukan. Atau dengan bersilaturahmi kita bisa mengobati rasa kangen terhadap seseorang yang dicintai. Apapun yang terjadi, tidak ada yang lebih penting dari silaturahmi. 

Perlu diingat, jangan jadikan wabah ini sebagai tembok penghalang kita tidak bersilahtuhrahmi dengan teman dan keluarga. Masih banyak cara agar kita tetap menjalankan hal tersebut. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan smartphone.

Melihat hal itu, IM3 Ooredoo meluncurkan produk baru Freedom Kuota Harian yang bertujuan ingin memastikan bahwa setiap harinya konsumen bisa tetap bersilaturahmi dengan orang-orang tercinta dengan harga terjangkau. 

Selain itu, IM3 Ooredoo membangun kampanye ramadan yang bertajuk 'Tidak ada yang lebih penting dari Silaturahmi' dengan mengandeng 4 musisi kenamaan, seperti Baskara Putra (Hindia), Sal Priadi, Kunto Aji, dan Yura Yunita dalam merilis anthem ‘Ramai Sepi Bersama’.

IM3 Ooredoo membuat program bertajuk 'Tidak ada yang lebih penting dari Silahtuhrahmi' dengan mengandeng 4 musisi Tanah Air.

"Kolaborasi ditengah pandemi ini merupakan bentuk semangat optimisme yang disuarakan oleh IM3 Ooredoo bagi masyarakat Indonesia. Bersama dengan keempat musisi muda ini, kami bersama-sama menyampaikan pesan yang kuat melalui anthem dan TVC ‘Ramai Sepi Bersama’. Kami harap kolaborasi ini memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak pandemi ini untuk tetap bersemangat dan bersama menjaga komunikasi agar tidak memutus silaturahmi,” ujar SVP Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo, Fahroni Arifin.  

Dalam pembuatannya kolaborasi tersebut, keseluruhan proses pembuatan musik, iklan televisi, hingga materi komunikasi lainnya dilakukan secara remote melalui platform chat, video call, dan email dari kediaman masing-masing. Sebuah karya kolaborasi yang dihadirkan tanpa kontak fisik dan mengandalkan teknologi dan koneksi internet dari IM3 Ooredoo.

IM3 Ooredoo membuat program bertajuk 'Tidak ada yang lebih penting dari Silahtuhrahmi' dengan mengandeng 4 musisi Tanah Air.

Dengan kolaborasi ini, IM3 Ooredoo percaya bahwa pembatasan jarak fisik tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk memaknai bulan Ramadan sebagai momen yang membawa berkah dan mendekatkan diri dengan keluarga dan kerabat terdekat untuk bersilaturahmi. Dengan adanya teknologi dan konektivitas jaringan dari paket internet IM3 Ooredoo, jarak bukanlah penghalang untuk melakukan #SilaturahmiSetiapHari.

Hal itu diungkapkan oleh Baskara Putra. Ia mengatakan seluruh proses pembuatan karya ini dilakukan dengan mengandalkan koneksi internet. 

“Kami saling bertukar ide dan file lagu secara digital. Sampai pada tahap menggabungkan rekaman musik dilakukan secara online,” ungkap Baskara Putra.

Selain itu, musisi lain yang ikut andil dalam kolaborasi itu adalah Kunto Aji. Ia menuturkan pandemi ini sungguh membuat kita belajar mengenai banyak hal. Tidak ada satu pihak pun yang siap menghadapi keadaan ini. 

“Melalui kolaborasi ini kami sebagai musisi diajak untuk beradaptasi dalam segala situasi. Anthem ‘Ramai Sepi Bersama’ ini menjadi dukungan yang bisa kami suarakan melalui karya. Bahwa kita semua berjuang bersama dalam keadaan ini,” tutur Kunto Aji. 

IM3 Ooredoo membuat program bertajuk 'Tidak ada yang lebih penting dari Silahtuhrahmi' dengan mengandeng 4 musisi Tanah Air.

Selain itu, Sal Priadi mengatakan proyek ini dilakukan dalam banyak keterbatasan, sempat ragu apakah komunikasi akan berjalan dengan lancar. 

“Ternyata dalam jangka waktu 3 minggu kami berhasil menyelesaikannya. Proyek ini tentu salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan selama di rumah aja. Physical distancing ternyata memberikan waktu bagi saya untuk kembali membuka file lama dan menyelesaikan proyek yang lama tertunda,” kata Sal Priadi. 

Sementara itu, Yura Yunita mengatakan proses pembuatan video kolaborasi ini dilakukan sendiri. 

“Proses pembuatan video juga aku lakukan sendiri, menggunakan kamera-kamera besar yang dikirimkan oleh tim ke rumah. Dengan hanya mengandalkan tripod dan juga instruksi secara online ternyata bisa berhasil untuk menghasilkan karya yang sangat bermakna buat aku. Aku merinding ketika menyaksikan versi lengkap dari TVC ini,” tutur Yura Yunita. 

 

(*)