WHO Tetap Serukan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Meski Minim Perlindungan ke Virus Corona Afsel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Swis - Vaksin AstraZeneca dan Oxford dalam sebuah penelitian menunjukkan hasil yang 'mengecewakan' terhadap Virus Corona varian 501Y.V2 yang kini mendominasi di Afrika Selatan.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di University of Witwatersrand dan University of Oxford tersebut menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca kurang efektif untuk melindungi dari penyakit ringan hingga sedang akibat COVID-19.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia atau (WHO) tetap meminta agar negara-negara di dunia, termasuk Afrika Selatan, tetap menggunakan vaksin AstraZeneca.

Strategic Advisory Group of Experts on Immunisation (SAGE), mengatakan, vaksin harus diberikan dalam dua dosis dengan interval empat hingga 12 pekan dan bisa digunakan pada orang berumur 65 tahun ke atas.

Ketua SAGE, Alejandro Cravioto mengatakan, penggunaan vaksin AstraZeneca bahkan harus diterapkan di negara-negara seperti Afrika Selatan. Menurutnya tidak ada alasan untuk tidak merekomendasikan penggunaan vaksin tersebut.

“Kami telah membuat rekomendasi bahwa meskipun ada pengurangan kemungkinan vaksin berdampak penuh pada perlindungannya, terutama terhadap penyakit parah, tidak ada alasan untuk tidak merekomendasikan penggunaan bahkan di negara yang memiliki sirkulasi varian baru,” ujar Cravioto dikutip laman Channel News Asia, Kamis (11/02/2021).

Cravioto menjelaskan bahwa ribuan orang telah meninggal setiap harinya di seluruh dunia karena Virus Corona. Oleh sebab itu, penggunaan produk yang mungkin bisa mengurangi risiko kematian, sangat diperlukan.

WHO, mengatakan, hasil penelitian vaksin AstraZeneca terhadap varian baru Virus Corona dari Afrika Selatan menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih terkoordinasi terhadap pengawasan dan evaluasi tiap varian serta dampaknya terhadap kemanjuran atau efektivitas vaksin.

Afrika Selatan Harus Ingat Pasokan Vaksin Jumlahnya Terbatas

Sementara itu, Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi WHO, Kate O'Brien mengatakan, WHO tengah berdiskusi dengan para ahli dan pejabat kementerian di Afrika Selatan untuk memberikan masukan.

“Yang penting diingat, vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang mujarab, dan ini adalah vaksin penting bagi dunia mengingat pasokan yang kami miliki terbatas," ujar O'Brien

Epidemiolog asal Inggris, sekaligus Direktur Perwalian Kesehatan Global The Wellcome, Jeremy Farrar mengatakan, suntikan AstraZeneca akan membuat perbedaan besar di hampir semua negara dan harus segera diluncurkan secara global untuk menyelamatkan nyawa serta mengendalikan pandemi.

(Penulis: Rizki Febianto)