Tetap Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Meski Indeks Komposit Indikator PPKM Membaik

·Bacaan 1 menit
Pengguna KRL mengenakan masker saat berada di Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (4/2/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran virus corona sambil membagikan masker secara gratis kepada penumpang. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menegaskan selalu mengedepankan keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro.

Sesuai arahan Koordinator PPKM Jawa Bali sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan, pembukaan kembali mobilitas dan aktivitas masyarakat harus dilakukan secara bertahap.

Pembukaan mobilitas dan aktivitas masyarakat ini diiringi dengan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, dan kecepatan testing, tracing dan treatment (3T). Sebab, dengan demikian, diharapkan pembukaan tidak memicu kenaikan penyebaran Covid-19 secara signifikan.

"Bapak Menko Marinves telah menjelaskan bahwa selama Covid ini masih menjadi pandemik, PPKM ini akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat," ujar dr Reisa saat menyampaikan perkembangan dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam siaran tertulis Kominfo, Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Jika situasi Covid-19 semakin membaik, lanjut dia, level PPKM akan diturunkan ke yang lebih rendah.

Pemerintah akan mengambil langkah secara bertahap untuk menyiapkan masyarakat Indonesia ke situasi kehidupan new normal atau adaptasi dengan kebiasaan baru. Oleh karena itu, evaluasi akan dilakukan setiap pekan agar setiap perubahan dapat direspons dengan cepat.

Jangan Khawatir

dr Reisa pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan perpanjangan PPKM sampai dengan 23 Agustus 2021.

Menurut dia, selama kota dan kabupaten mengalami kemajuan dalam penerapan prokes, 3 T, dan cakupan vaksinasi, level PPKM di wilayah itu akan diturunkan. Dengan begitu, aktivitas masyarakat dapat dibuka secara bertahap.

Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas maksimum untuk tempat ibadah menjadi 50 persen di kota/kabupaten yang menunjukkan perbaikan kinerja penanganan Covid-19. Selain itu, olahraga jenis outdoor yang dilakukan secara individu atau kelompok dengan jumlah tidak lebih dari 4 orang dan tidak melibatkan kontak fisik akan diizinkan beroperasi denganprotokol kesehatan yang ketat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel