Tetapkan Anak Akidi Tio Tersangka Penipuan Rp 2 Triliun, Polisi Mengaku Kantongi Bukti Kuat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Polisi menetapkan anak dari Akidi Tio, Heriyanti menjadi tersangka kasus dugaan penipuan sumbangan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp 2 triliun.

Polisi mengaku punya bukti kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka.

"Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup," tutur Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Ratno menyampaikan, pihaknya telah melakukan sejumlah pemeriksaan atas perkara tersebut. Hasilnya, ada ada unsur pidana yang ditemukan penyidik.

"Saya mewakili Polda Sumsel mengatakan hal ini, unsur pidana sudah terpenuhi hingga akhirnya hari ini kita lakukan penindakan," kata Ratno.

Lakukan Kejahatan Kedua

Keluarga pengusaha bantu Rp 2 triliun bagi warga terdampak pandemi Covid-19. (Sumber: Merdeka.com/Irwanto)
Keluarga pengusaha bantu Rp 2 triliun bagi warga terdampak pandemi Covid-19. (Sumber: Merdeka.com/Irwanto)

Sebelumnya, anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Heriyanti ditangkap terkait dengan bantuan Akidi Tio Rp 2 triliun untuk penanganan covid-19 yang dijanjikan cair hari ini, Senin (2/8/2021), namun tidak ada. Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan ketat sejumlah petugas.

Ratno menambahkan, sekarang pihaknya sedang menunggu keterangan tim penyidik soal motif apa yang mendorong tersangka membuat kegaduhan ini.

Hari ini, kata Ratno, tim yang dipimpin Kapolda Sumsel telah bekerja dari Senin (26/7) sudah membentuk tim. Pihaknya menggunakan data IT dan Source Intelejen Analysis.

"Ini kejahatan kedua yang pernah dilakukan tersangka," katanya menutup pembicaraan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel