WHO Tetapkan Hari Tanpa Tembakau, Ketahui Apa yang akan Terjadi saat Kamu Berhenti Merokok

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta WHO menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Tanpa Tembakau. Tahun lalu, kampanye tembakau 'Commit to Quit' dari WHO telah menarik perhatian lebih dari satu miliar pengguna tembakau, kurang dari 5 bulan setelah kampanye tersebut dirilis setahun yang lalu.

WHO meluncurkan kampanye ini untuk mendukung jutaan pengguna tembakau secara aktif mengambil langkah untuk menyelamatkan hidup mereka, tapi masih membutuhkan bantuan untuk berhasil. Ada 29 negara yang ikut bekerja sama dengan WHO dalam melaksanakan kampanye ini, setiap negara setuju tentang kegiatan yang dipilih, termasuk menjalankan kampanye kesadaran nasional, merilis alat digital baru, merevisi kebijakan, melibatkan kaum muda, melatih petugas kesehatan, membuka klinik penghentian baru, dan mendukung terapi penggantian nikotin melalui mitra WHO.

Perokok memiliki risiko hingga 50% lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian akibat COVID-19, sehingga berhenti adalah hal terbaik yang bisa dilakukan perokok untuk menurunkan risiko mereka dari virus Corona, serta risiko mengembangkan kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan. Berhenti merokok berarti memutus siklus kecanduan dan pada dasarnya mengatur ulang otak untuk berhenti mendambakan nikotin.

Ini yang akan terjadi saat kamu berhenti merokok

Simak di sini apa yang akan terjadi saat kamu berhenti merokok, penasaran?
Simak di sini apa yang akan terjadi saat kamu berhenti merokok, penasaran?

Untuk sukses berhenti, perokok yang ingin berhenti harus memiliki rencana untuk mengalahkan keinginan dan pemicunya. Dalam waktu 1 bulan berhenti merokok, fungsi paru-paru seseorang akan mulai membaik.

Saat paru-paru sembuh dan kapasitasnya meningkat, mantan perokok mungkin akan merasakan lebih sedikit batuk dan sesak napas. Satu tahun setelah berhenti merokok, risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner menurun hingga setengahnya, risiko ini akan terus menurun melewati batas 1 tahun.

Setelah 10 tahun, peluang seseorang terkena kanker paru-paru dan meninggal kira-kira berkurang setengahnya dibandingkan dengan seseorang yang terus merokok. Kemungkinan terkena kanker mulut, tenggorokan, atau pankreas telah berkurang secara signifikan.

Sedangkan setelah 20 tahun, risiko kematian terkait merokok turun ke tingkat seseorang yang tidak pernah merokok seumur hidup. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women