Teten ajak remaja putri Muhammadiyah kembangkan ekonomi syariah

Risbiani Fardaniah

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak organisasi remaja putri Muhammadiyah yakni Nasyiatul Aisyiyah untuk bersama mengembangkan ekonomi syariah di Tanah Air.

“Indonesia telah berhasil mencapai Indeks Pasar Keuangan Syariah Global Tahun 2019 dengan skor 81,93 atau tertinggi, meningkat signifikan dibandingkan 2018 yang berada pada peringkat ke-6. Posisi ini mengukuhkan peran nyata Indonesia dalam industri keuangan dan ekonomi syariah dunia,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat hadir dalam acara Tanwir 2 Nasyiatur Aisyiyah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat.

Ia mengatakan ada beberapa faktor yang mengantarkan Indonesia pada posisi tersebut antara lain dukungan politik, regulasi pemerintah yang diikuti peningkatan ekosistem keuangan dan ekonomi syariah, serta peran dari pembiayaan syariah.

Ia mengatakan ekonomi UKM sangat besar potensinya dengan jumlah pelakunya mencapai 62 juta unit di Indonesia. Oleh karena itu ia mengajak Nasyiatul Aisyiyah untuk mengembangkan ekonomi rakyat itu, salah satunya melalui konsep syariah.

Pemerintah, kata Teten, telah berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah yang dipimpin langsung Presiden sejak 2016 dan meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia hingga 2019-2024.

“Dengan ini Indonesia punya roadmap pengembangan ekonomi syariah. Khusus syariah kita punya kebijakan yang cukup kuat, penguatan nilai rantai halal, penguatan keuangan syariah, usaha mikro kecil, dan ekonomi digital,” katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nashir meminta Nasyiatul Aisyiyah menindaklanjuti ajakan kerja sama Menteri Koperasi dan UKM untuk mewujudkan organisasi itu sebagai gerakan keluarga muda tangguh untuk kesejahteraan bangsa.

“Nasyiatul Aisyiyah memandang bahwa perempuan merupakan bagian dari umat dan bangsa yang harus diberi ruang seluasnya untuk terus berkembang, berkiprah, dan bahkan berada di garda terdepan kepemimpinan untuk mewujudkan kemajuan bangsa sebagai bagian dari amar maruf nahi munkar,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini.