Teten ajak UMKM dan koperasi susun model bisnis industri otomotif

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para pelaku UMKM dan koperasi khususnya yang bergerak sebagai pemasok suku cadang otomotif di Tanah Air untuk bersama pemerintah menyusun model bisnis pada industri otomotif.

Teten Masduki saat berkunjung ke PT Rekadaya Multi Adiprima di Cileungsi, Jawa Barat, Senin, mengatakan ke depan perlu dikembangkan model bisnis industri otomotif yang melibatkan para pelaku koperasi dan UKM termasuk mendukung terbentuknya iklim dan ekosistem di dalamnya.

“Saya berharap antara Pemerintah dengan para pemangku kepentingan terkait, dapat duduk bersama dalam sebuah working grup untuk mendisain model bisnis industri otomotif yang melibatkan koperasi dan UMKM,” kata Teten.

Menurut Teten, keterlibatan dan peran dunia usaha sangat diperlukan untuk memberikan masukan kepada pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Baca juga: Menperin dorong komponen sepeda dibangun di dalam negeri

“Kita akan melibatkan kementerian/lembaga termasuk Kemenperin di antaranya dalam working grup ini,” katanya.

Terlebih ekosistem industri otomotif sangat besar permintaannya mencapai Rp400 triliun.

Di sisi lain ia mengapresiasi PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA) yang melibatkan koperasi dalam memproduksi komponen otomotif dan banyak menggunakan bahan baku lokal, serat, dan limbah.

“Kami memerlukan masukan dan usulan-usulan yang lebih konkret dan lebih detail yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dan kami bisa sampaikan ke Presiden,” katanya.

Baca juga: Industri komponen otomotif tambah lini produksi di tengah pandemi

Menteri Teten mengunjungi PT RMA sebagai plasma dari koperasi dan para pelaku UMKM yang memproduksi komponen otomotif sebagai salah satu upaya untuk menghimpun dan mewadahi masukan dari para pelaku usaha termasuk UMKM di bidang otomotif.

“Pemerintah berupaya mendorong UMKM agar terintegrasi dengan rantai pasok industri nasional bahkan global, karena saat ini baru 4,2 persen UMKM kita yang terhubung dengan rantai pasok global, kita ingin menambah dan mendorong UMKM yang masuk ke industri,” katanya.

Pemerintah, kata Teten, saat ini ingin mengejar ketertinggalan untuk menambah rasio jumlah wirausaha di Indonesia yang sampai saat ini masih di bawah empat persen.

Baca juga: Gaikindo optimistis relaksasi PPnBM dongkrak pasar otomotif nasional

Sementara itu, Presiden Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya, pada kesempatan yang sama mengatakan selama ini ada banyak peluang yang bisa dikembangkan untuk menjalin kemitraan dengan para pelaku koperasi dan UMKM.

Pihaknya sudah menjadi mitra dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk menampung bahan baku salah satunya serat kelapa yang dihasilkan oleh petani lokal, yang tergabung dalam UKM dan koperasi untuk penguatan ekonomi masyarakat kecil.

“Usaha di bidang komponen otomotif ini akan selalu dibutuhkan ke depan, bahkan untuk mobil-mobil hybrid masa depan yang tetap membutuhkan komponen otomotif seperti ini. Industri ini juga ada potensi untuk menyerap UMKM baru,” katanya.

Baca juga: Menperin: relaksasi PPnBM dorong peningkatan komponen lokal otomotif