Teten arahkan santripreneur fokus kembangkan keunggulan domestik

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya akan menyiapkan dan mengarahkan bisnis santripreneur dan para calon saudagar ke sektor-sektor usaha yang menjadi keunggulan domestik Indonesia.

"Kita memiliki laut yang begitu besar. Kita juga memiliki lahan subur yang begitu luas. Kita harus mampu membangun keunggulan domestik kita," kata Menkop UKM Teten Masduki dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Teten menuturkan hampir semua negara di dunia kini tengah mencari keunggulan domestiknya masing-masing, tak terkecuali, Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi laut yang besar, akan tetapi pemanfaatan investasi di sektor ini baru dua persen, kemudian Indonesia juga merupakan produsen CPO terbesar di dunia, namun dari sektor ini hanya mampu mengekspor sebatas minyak goreng.

Selain memiliki banyak potensi sumber daya alam, kata dia, Indonesia juga memiliki banyak kekayaan produk-produk berbasis kreatif yang dapat dimanfaatkan para pebisnis maupun calon pebisnis untuk mengelola potensi yang ada.

Oleh karena itu, menurut Teten, pemerintah ingin mengubah hal itu dengan memulai industrialisasi dan sekarang dengan hilirisasi yang tidak lagi menjual bahan baku.

"Industrialisasi sedang kita koreksi dengan melakukan industrialisasi berbasis keunggulan domestik dengan bahan baku lokal. Bukan lagi manufaktur berbahan baku impor," ujarnya.

Ia juga menuturkan program yang dilakukan pihaknya dalam mendukung pengembangan wirausaha yakni melalui program inkubator, meningkatkan porsi kredit perbankan untuk UMKM dari sekarang yakni sebesar 19,8 persen menjadi 30 persen pada 2024, kemudian mempermudah izin usaha non formal menjadi formal serta mempersingkat durasi proses pengurusan sertifikat halal dari 21-25 hari menjadi tiga hari saja.

Baca juga: Teten ingin wujudkan kemandirian ekonomi pondok pesantren via koperasi
Baca juga: Kemenkop jalin kesepakatan dengan PBNU untuk berdayakan santri
Baca juga: Teten: Bisnis pesantren dapat jadi tulang punggung ekonomi syariah RI