Teten ingin digitalisasi seluruh proses bisnis UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tak hanya didorong masuk ke dalam ekosistem digital, tapi digitalisasi dalam seluruh proses bisnis sektor tersebut.

“Pemanfaatan ekonomi digital menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses bisnis UMKM,” ujarnya dalam webinar G20 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, adaptasi dalam proses transformasi digital menjadi kunci UMKM memiliki resiliensi.

Seperti diketahui, selama pandemi COVID-19, UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital memiliki daya tahan lebih tinggi dan mengalami perkembangan bisnis.

“Potensi ekonomi digital kita terus tumbuh. Tahun ini, nilainya sekitar Rp632 triliun, tapi diprediksi pada tahun 2030 akan terus tumbuh mencapai sekitar Rp4.531 triliun atau delapan kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun,” ucap dia.

Berdasarkan data McKinsey tahun 2021, transaksi UMKM di loka pasar meningkat 26 persen dengan 3,1 juta transaksi per hari yang disertai kenaikan 35 persen di sektor pengiriman barang.

Selain itu, pandemi juga menghasilkan 21 juta konsumen digital baru yang memperlihatkan adanya migrasi dari konsumen offline ke digital.

Menkop menganggap hal tersebut bukan hanya disebabkan pandemi yang membuat hubungan antar manusia terbatas diiringi kebijakan pembatasan secara fisik oleh pemerintah, tetapi di pasar online juga banyak kemudahan dan pemberian insentif.

“Dari 21 juta konsumen, 72 persen bukan berasal dari kota metropolitan. Artinya, digitalisasi sudah sampai daerah, konsumennya juga menjadi luas,” ungkap Teten.

Bonus demografi yang didominasi anak muda sebesar 64,69 persen dari 270 penduduk juga dinilai telah sadar literasi digital, sehingga berpeluang mendorong percepatan UMKM terdigitalisasi.

“Kami terus mendukung pengembangan wirausaha muda untuk percepatan digital. Selain kita dorong dengan masuk ke platform e-commerce, tapi juga social commerce, games commerce, bahkan ada TV commerce, kata dia.


Baca juga: Teten Masduki sebut UMKM masih butuhkan aplikasi digital baru
Baca juga: Sebanyak 19 juta UMKM sudah "go digital"
Baca juga: G20 Indonesia bangkitkan peran UMKM dukung pemulihan ekonomi