Teten: Kata Chef Juna, minyak makan merah mengunggah selera

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan testimoni dari koki selebritas Chef Juna Rorimpandey yang menganggap minyak makan merah memiliki warna eksotik, mengunggah selera, dan lebih sehat.

“Chef Juna sudah mencoba berbagai minyak. Dari segi cita rasa, tak ada perbedaan dengan minyak apapun, walaupun merah, tak kemudian makanannya menjadi merah,” ujarnya dalam Podcast Bersama Antara di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM yang ditulis di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, Chef Juna disebut menyampaikan bahwa minyak makan merah lebih sehat karena memiliki kandungan vitamin A dan E nan tinggi sekalipun digunakan untuk memasak dengan teknik deep frying (goreng rendam) dengan suhu 175 celcius.

Dalam kandungan minyak goreng berwarna bening yang digunakan saat ini, lanjut dia, tidak ada pro vitamin A dan E menimbang nutrisi tersebut dibuang melalui proses bleaching. Padahal, kandungan vitamin A dan E berfungsi antara lain untuk mengatasi stunting.

“Minyak makan merah bisa jadi bagian dari program stunting, bisa jadi produk yang kita tawarkan ke Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (yang mengurusi urusan stunting) menimbang minyak makan merah murah, sehat, dan tersedia. Kita tak perlu lagi mencari atau mengimpor,” ungkap Teten.
Baca juga: Kemenkop: Minyak makan merah lebih enak dan lebih sehat

Dalam demo masak bersama Chef Juna pada Senin (7/11) di Gedung Smesco Indonesia, Menkop mengaku senang sekali minyak makan merah dapat sambutan positif dari Chef Juna.

“Menurut Chef Juna, minyak makan merah potensial menjadi substitusi minyak goreng, bahkan Chef Juna juga suka dengan warnanya. Tapi, lebih penting lagi adalah kandungan gizi minyak makan merah,” ucap dia dari akun instagram resmi @tetenmasduki.

Pada kesempatan tersebut, Teten turut mengundang Ketua Kelompok Peneliti Hilirisasi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Frisda Rimbun Pandjaitan untuk melihat langsung hasil penelitiannya yang digunakan oleh Chef Juna.

“Kalau chef kenamaan sudah mau menggunakan minyak makan merah, saya yakin masa depannya cerah. Waktunya kebut produksinya melalui koperasi-koperasi di sekitar daerah produsen sawit,” kata Teten.

Baca juga: Teten sebut tiga dampak dari pembangunan pabrik minyak makan merah