Teten Masduki: 16 Persen UMKM Indonesia Terhubung Ekosistem Digital

Mohammad Arief Hidayat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koperasi dan UKM Tetan Masduki mengatakan, sudah banyak para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM">UMKM) di seluruh pelosok negeri ini terhubung ke jaringan digital.

"Saat ini sudah 16 persen, artinya sudah 10,25 juta pelaku UMKM yang sudah sudah terhubung ke ekosistem digital. Tadi 13 persen itu data Juni," kata Teten dalam acara Dialog COVID-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2020.

Dia bersyukur, dengan pandemi COVID-19 penjualan di online meningkat termasuk juga penambahan UMKM dengan platform digital. "Padahal target kita di akhir tahun itu 10 juta, saat ini sudah terlampaui, bahkan kita bisa besar lagi," katanya.

Baca: Jokowi Yakin 2021 Jadi Peluang Usai Krisis, Tahun Pemulihan Ekonomi

Digitalisasi akan menjadi bagian penting dari program transformasi UMKM karena terhubung dengan digital, selain merespons pola konsumsi masyarakat baru di tengah pandemi ini yang memang lebih aman, tidak ketemu orang dan berkerumun bahkan bisa menjadi tren terbaru.

"Saya kira data digital ekonomi di 2025 kemungkinan akan terbesar di Asia Tenggara dengan nilai 18 ribu triliunan ini sangat besar. Kita sedang mengantispasi agar market itu jangan diambil alih oleh produk asing," katanya.

"Kita tentu sebagain besar sudah bisa diakses oleh perdagangan digital. Tinggal memang bagaiamana kita melakukan edukasi dan inkubasi," katanya.

Ada tiga problem UMKM. Pertama, kapasitas produksi kalau sudah terhubungan market digital harus siap melayani permintaan besar. Banyak UMKM gagal karena mereka tak punya stok cukup.

Kedua, problem kualitas karena di marketplace juga banyak brand besar jualan lewat online.

Ketiga, literasi digital. Bagi usaha mikro yang SDM-nya rendah tapi memang UMKM, tidak bisa jualan langsung di online, merekajuga habis di produksi. “Jualan di online bisa dikelola dengan cepat kita butuh reseller bagaiamana mentarget di pasar digital," ujarnya.

Maka, perlu adanya tangan mahasiswa untuk membantu penjualan di dunia digital. Selain dapat menambah uang kuliah, juga produk UMKM laku di pasaran.