Teten Masduki: Jangan lagi impor alat kesehatan dan pertanian

·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi capaian Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI) yang mampu masuk ke rantai pasok industri otomotif nasional sebagai mitra pengadaan kebutuhan Astra Motor dan Toyota.

Selain itu, ujar dia, Jakarta, Sabtu, Koperasi TMI mampu memproduksi alat-alat kesehatan dan pertanian, permesinan, hingga perkapalan

"Jadi, kita jangan lagi melakukan impor alat-alat kesehatan dan pertanian. Saya akan berkoordinasi dengan Menkes (Menteri Kesehatan) dan Mentan (Menteri Pertanian) terkait hal itu," ungkap Teten dalam keterangannya saat meninjau Material Center milik Koperasi TMI, di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Menkop meyakini segala kebutuhan industri nasional hingga global dapat dipasok dari koperasi dan UKM logam asal Kabupaten Tegal tersebut.

Lebih lanjut, ia mengaku optimis bahwa koperasi dan UKM logam di Tegal dapat menjadi sentra pembuat komponen bagi aneka industri yang ada di Indonesia.

"Bila UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sudah masuk rantai pasok industri, maka akan ada peningkatan dari sisi skala usaha dan juga daya saing produk," jelasnya.

Menurut dia, ekosistem untuk rantai pasok sudah dibangun. Sehingga, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan masuk skala ekonomi maka diharuskan melakukan integrasi. "UKM logam sudah bergabung dalam wadah koperasi. Ini sudah sesuai dengan visi dan program yang kita kembangkan," tutur dia.

Dengan berkoperasi, maka koperasi disebut akan berhadapan antara lain dengan buyer, offtaker, dan BUMN.

Di banyak negara, lanjutnya, UMKM dapat berkembang karena bermitra dengan usaha besar karena akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi.

Kemitraan UMKM dengan usaha besar dinyatakan telah diatur jelas dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Bahkan, ucap Teten, banyak insentif yang bisa dinikmati usaha besar bila bermitra atau kerja sama dengan UMKM seperti terkait perpajakan dan upah pekerja.

Teten juga mengapresiasi Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang secara konsisten melakukan pembinaan dan bimbingan bagi pelaku UKM di Kabupaten Tegal.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tegal Umi Azizah memaparkan bahwa koperasi dan UKM logam dari Kabupaten Tegal siap memasok dan memenuhi kebutuhan industri nasional termasuk BUMN.

"Kita akan terus kembangkan Kabupaten Tegal menjadi Jepangnya Indonesia," akunya.

Adapun Ketua Koperasi TMI Muhammad Jahidin menerangkan, sejak masuk supply chain dari industri otomotif Astra Motor dan Toyota, omzet koperasi mengalami peningkatan signifikan dari Rp170 juta pada tahun 2020 menjadi Rp360 juta pada 2021.

Jahidin mengutarakan, koperasi TMI telah memiliki anggota sebanyak 22 berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Pendirian koperasi ini dibentuk pada Agustus 2018 atas inisiatif dan kesepakatan UKM manufaktur.

Baca juga: Kemenkes: 79 jenis alat kesehatan lokal bisa gantikan produk impor
Baca juga: Luhut: Produksi alkes dalam negeri bisa hemat hingga Rp300 triliun
Baca juga: Digempur impor, perajin alat pertanian tradisional ini tetap bertahan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel