Teten Masduki sebut UMKM masih butuhkan aplikasi digital baru

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih membutuhkan inovasi atau aplikasi baru.

“Saat pandemi COVID-19 kita mengadakan Program Pahlawan Digital UMKM dan ada sekitar 30 aplikasi baru inovasi anak-anak muda yang sangat membantu para penjual UMKM menjual secara online. Awalnya mereka hanya ingin membantu tukang jahit, pedagang di pasar, warung tegal, warung-warung nasi sederhana, yang selama pandemi tidak bisa berjualan karena ada pengetatan,” ujar Teten Masduki dalam kegiatan Indonesia Digital MeetUp (IDM) 2022 di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut pihaknya menargetkan seluruh UMKM dari skala yang paling kecil hingga besar harus masuk ke dalam ekosistem digital.

Upaya pemerintah mendorong UMKM go digital ditujukan untuk meraih peluang potensi ekonomi digital di Indonesia yang mencapai Rp5.400 triliun pada 2030 atau terbesar se-Asia Tenggara.

Baca juga: Presiden Jokowi ajak UMKM manfaatkan aplikasi daring dongkrak omzet

“Jangan sampai pasar digital kita dikuasai oleh produk luar, harus dikuasai oleh produk dalam negeri. Pemerintah akan terus membangun infrastruktur internet agar pelaku UMKM dari pelosok mana pun dapat menjual produknya ke pasar domestik maupun pasar global,” ucapnya.

Direktur Bisnis Smesco Indonesia Wientor Rah Mada menyampaikan eksibitor yang mengikuti IDM 2022 telah melalui proses kurasi satu per satu guna memastikan mereka memiliki solusi digital untuk UMKM Indonesia.

“Jadi ada ad network, ada perusahaan maklon, ada platform yang membantu UMKM beriklan di sosial media secara lebih mudah, ada platform yang sedang mencari untuk reseller dan dropshipper. Jadi sebetulnya memang setiap booth yang ada di IDM 2022 merupakan solusi untuk UMKM agar bisa kita dorong scalling up bisnisnya sehingga lebih terdigitalisasi,” kata Wientor.

Baca juga: Teten Masduki apresiasi aplikasi INFINA bantu UMKM "go online"
Baca juga: Teten ingin aplikasi Grab Merchant dorong percepat UMKM Go Digital

Baca juga: BI: Aplikasi Siapik bantu UMKM dapat kredit bank Rp18,3 miliar di 2021