Teten: Model bisnis berbasis sains dan teknologi kunci evolusi UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan UMKM perlu berevolusi dengan menciptakan produk-produk berbasis sains dan inovasi teknologi agar mampu bersaing di era digital.

“Banyak ide-ide yang keren dengan model bisnis yang bagus, inovatif, dan kekinian, dan saya melihat di era digital model bisnis seperti ini yang nantinya akan tumbuh,” kata Teten Masduki dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Teten menambahkan, inovasi di bidang sains dan teknologi akan menjadi keunggulan Indonesia. Hal ini agar UMKM tidak melulu bergelut pada teknologi rendah tanpa adanya inovasi.

Menurut dia, saat ini banyak anak muda yang sudah memiliki inisiatif dalam mengembangkan platform digital, tetapi lupa mengembangkan produknya. Oleh sebab itu design making (pembuatan desain) harus dilakukan untuk merespons berbagai masalah yang terjadi di kalangan masyarakat menjadi sebuah inovasi usaha.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki market digital terbesar keempat dunia dengan total 270 juta, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi terbesar setelah Amerika, China, dan India.

“Peluang tersebut yang mestinya harus mampu kita tangkap, agar pasar digital di tanah air tidak hanya dikuasai oleh produk luar, tetapi bisa diambil alih dan dimaksimalkan oleh produk-produk dalam negeri,” ujarnya.

Apabila peluang yang ada tidak dimanfaatkan, maka pasar Indonesia terancam dikuasai produk-produk impor.

Sementara itu, Kemenkop UKM mengupayakan pertumbuhan dan peningkatan rasio kewirausahaan salah satunya melalui program Pahlawan Tumpuan Ekonomi menjadi wadah bagi wirausaha muda untuk mengembangkan bisnisnya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: Gernas BBI upaya agar UMKM siap bertahan hadapi ancaman resesi

Baca juga: Kiat agar UMKM mampu gaet pembeli lewat "live streaming"

Baca juga: IdScore : UMKM perlu jaga skor kredit untuk permudah akses pembiayaan