Teten terapkan tiga hal dorong UMKM "go digital"

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan dan menerapkan tiga hal dalam upaya mendorong UMKM go digital meliputi kapasitas usaha, kualitas produk, dan literasi digital.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan ketiga hal penting itu harus dilakukan untuk mendorong UMKM go digital.

"Kapasitas usaha dari sisi UMKM harus berproduksi dalam skala besar dan ekonomis, kemudian kualitas produk agar bisa bersaing dengan produk usaha besar di ​marketplace​, dan literasi digital sebagai kemampuan UMKM melek digital seperti mengoperasikan perangkat, aplikasi, platform digital, dan lain-lain," kata Teten.

Baca juga: Menkop UKM ingin dorong koperasi jadi pilihan kegiatan usaha publik

Ia berharap jejaring komunitas kreatif di Indonesia seperti misalnya Indonesia Creative Cities Network atau ICCN dapat mengambil peran aktif dalam membantu UMKM agar hadir dalam ekosistem digital mulai dari daerah.

"Mari kita dampingi UMKM di kota/kabupaten masing-masing dalam upaya mencari potensi pasar baru, menemukan model bisnis inovatif," katanya.

Dalam sebuah kampanye kreatif yang bertajuk ​"UMKM Go Digital: From Local to Global Champion" Teten menekankan dua aspek besar yaitu transformasi digital dan akses rantai nilai (value chain).

Menurut dia, transformasi digital serta pemanfaatan teknologi bagi UMKM Indonesia adalah keniscayaan. Saat ini, terdata baru 16 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital.

"Kolaborasi menjadi elemen krusial yang harusnya menjadi keunggulan kita," katanya.

Ia mengatakan untuk menghadirkan UMKM dalam rantai nilai maka harus ada rasio partisipasi rantai pasok global UKM Indonesia masih rendah 4,1 persen sebagaimana data ADB Institute pada 2020.

Selain itu, perlu menghubungkan UMKM ke rantai nilai salah satunya dengan perluasan pasar dan penyerapan produk KUMKM.

"Saya juga mengangkat tentang hadirnya tren konsumsi baru anak muda di seluruh dunia custom culture. Indonesia memiliki para empu-empu kreatif yang juga diisi oleh anak-anak muda,” katanya.

Custom culture memungkinkan potensi ​handmade Indonesia menembus pasar dunia.

“Kita tetap harus menghadirkan standar kualitas produk yang tinggi, namun isu ​mass production​ bukan lagi harus menjadi hal yang membatasi potensi UMKM kita," katanya.

Dalam beberapa kesempatan pada 2020, Kemenkop UKM dan ICCN banyak bersinergi dan berkolaborasi dalam menghadirkan local heroes UMKM di daerah-daerah.

"Semangat kolaborasi inilah yang saya harapkan bisa terus kita jaga dan perbesar ke depannya. Untuk ke depannya kita harapkan dan dorong terus agar jejaring komunitas kreatif ICCN juga berkoperasi, sehingga tidak hanya erat berkomunitas, namun juga tumbuh dan membesar bersama, memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan berdampak positif secara sosial," katanya.

Baca juga: Teten Masduki: UU Ciptaker momentum tumbuhkan UKM
Baca juga: Teten: UMKM harus masuk ekosistem digital menatap era usai pandemi